Jemput 10.000 Blangko e-KTP

80
Kepala Dinas Pendudukan dan Catatn Sipil Lamsel, Drs. Edi Firnandi, M. Si

KALIANDA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan menyebut stok blangko e-KTP tersisa 100 keping lagi. Namun masyarakat tak perlu khawatir. Dinas yang membawahi urusan data kependudukan ini sedang menjemput bola ke pusat untuk mengisi stok blangko di bumi Khagom Mufakat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan, Drs. Edi Firnandi, M.Si mengatakan telah mengirim stafnya ke Jakarta. Tujuan staf Edi ke ibu kota untuk meminta 10.000 keping blangko e-KTP. Edi berharap permintaan blangko sebanyak itu bisa dipenuhi.

“Minta 10.000. Insyaallah, Sabtu (29/2/2020) pagi sampai di sini,” katanya saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Kamis (27/2/2020).

BACA :  88 Santri Ponpes Lirboyo Asal Lamsel Pulkam

Sebulan sebelumnya, Disdukcapil Lamsel meminta blangko sebanyak 6.000 keping kepada pemerintah pusat. Seiring banyaknya permohonan masyarakat, blangko tersebut cepat ludes. Kini Edi berusaha mengisi tmabahan sebanyak mungkin sebelum stok blangko di kantornya kosong.

Pada Oktober lalu, masyarakat Kabupaten Lampung Selatan harus menunda keinginan membuat e-KTP. Pasalnya, blangko e-KTP di Disdukcapil masih kosong. Sementara ini, Disdukcapil akan menggunakan suket (surat keterangan) sembari menunggu pengisian blangko dari pusat.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, surat keterangan (Suket) bisa dipakai sebagai pengganti e-KTP jika diperlukan untuk persyaratan administrasi di sejumlah lembaga pelayanan masyarakat.

BACA :  DAK juga Tertunda Corona

Bagi yang mendesak, masyarakat bisa menggunakan suket sebagai alat untuk keperluan administrasi di semua pelayanan publik seperti perbankan, imigrasi, rumah sakit, dan lainnya.

Pihak-pihak tersebut tidak boleh menolak Suket karena dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah. Sebab, Suket ditandatangi Kadisdukcapil. Data yang ada dalam Suket itu pun lengkap seperti KTP. Sehingga tidak ada bedanya dengan KTP karena sebagai pengganti e-KTP dan fungsinya sama sehingga tak ada alasan layanan publik menolak Suket.

“Bisa (memperbarui e-KTP). Tapi blangko masih kosong, jadi kita ganti suket dulu,” ujar Edi kepada Radar Lamsel, Selasa (15/10/2019). (rnd)