Jerami Bisa Lebih Bermanfaat Nisbi Dibakar

29
Shofyan – Petani di Kecamatan Sidomulyo, serentak melakukan panen padi musim gadu tahun ini, diwilayah itu, Kamis (24/9).

SIDOMULYO – Seiring meningkatnya Luas Lahan Tambah (LTT) pertanian padi khsusnya dimusim gadu tahun ini, karena ditopang dengan curah hujan yang cukup, berpengruh kepada peningkatan Produktivitas Tanaman (provitas) diwilayah tersebut.

Kepala UPT DPTHbun Kecamatan Sidomulyo Didik Deky Setiawan mengatakan, produksi padi di musim gadu diwilayah kerjanya diakuinya telah mengalami peningkatan.

“ Peningkatan provitas padi ini dipicu oleh bertambahnya luas lahan tambah, karena  ditopang dengan curah hujan yang cukup dimusim gadu tahun ini,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (24/9)

Ia mengatakan, musim gadu sebelumnya provitas untuk persatu hektar lahan sawah di musim gadu hanya mampu mencapai 4,5-5 ton perhektarnya. Hal itu berlaku akibat intensitas curah hujan di musim gadu tahun sebelumnya sangat rendah.

BACA :  Demi Keluarga Nelayan Hadapi Cuaca Buruk

“ Namun, dimusim gadu tahun ini provitas padi persatu hektar sawah, dimsuim gadu tahun ini para petani di Sidomulyo umunya menyentuh 6,7 ton dengan harga jula yang lumayan yakni Rp 4.500 perkilogram Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani,” ujarnya.

Didik Deky Setiawan mengatakan, untul LTT pertaian padi di wilayah kerjanya musim gadu tahun ini kurang lebih hampir menyentuh 2000 hektar dari 2.044 hektar lahan yang ada.

“ Alhamdulilah, karena ditopang cuaca mendukung, lahan pertanian padi di Sidomulyo mencapai 90 persen dari jumlah luas lahan 2.044 hektar. Pencapaian ini berbeda dibanding tahun sebelumnya hanya menyentuh 900 hektar saja saat musim gadu,” kata dia.

BACA :  Demi Keluarga Nelayan Hadapi Cuaca Buruk

Sejauh ini lanjutnya, proses panen padi di Kecamatan Sidomulyo berjalan lancar. Bila tidak terkendala, ia menarget pada bulan Oktober mendatang, proses panen padi oleh para petani padi diwilayah kerjanya akan selesai.

Dirinya berharap usai panen para petani tidak membakar jerami padi sisa panen. Sebab jerami padi tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif bagi ternak.

“ ketika monitoring dilapangan kami pun berupaya mengajak petani untuk tidak membakar jerami sisa panen. Sebab, jerami dapat diolah menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk tumbuh kembang tanaman. Selainya, jerami juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak,” pungkasnya.(CW2)