Jihan Nurlela Apresiasi HUT Malangsari dan KOPPI

114
Ist – Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela bersama TP-PKK Tanjung Sari saat jalan sehat, (8/2).

TANJUNG SARI– Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Malangsari yang ke delapan dan Anniversary Komunitas Pemuda Pemudi Inspiratif (KOPPI), Desa Malangsari mengadakan jalan sehat, senam bersama dan bagi-bagi doorprize.

Acara itu semakin menarik, ketika Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dr. Jihan Nurlela hadir ditengah-tengah masyarakat desa. Saat ditemui, Jihan mengatakan bahwa pemuda merupakan penerus generasi. Oleh karena itu, dirinya sangat mengapresiasi pemuda di Desa itu.

“Acara seperti ini harapannya bisa berkelanjutan. Sudah saatnya pemuda terlibat langsung untuk Desa minimal dan berjenjang ke Kabupaten. Oleh karena itu sangat saya support dan apresiasi,” ungkapnya kepada Radar Lamsel usai acara, Sabtu (8/2).

Selain didatangi adik kandung Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim, HUT Malangsari itu juga dihadiri anggota DPRD Dapil VI Hamdani, Camat Tanjung Sari Rahamat Hadi Wijaya, Sekcam Tanjung Sari Rahman Kholani, Komunitas Senam Jantung Sehat (KJS) dan siswa dari beberapa siswa di Tanjung Sari.

BACA :  Desa Kertosari Tiadakan Kegiatan Massal

Sementara itu, ketua KOPPI Desa Malangsari Agung Syaiful Anwar mengatakan jika KOPPI itu bukanlah karangtaruna melainkan sebuah komunitas yang terdiri dari 33 anggota. Sayangnya, anggota yang aktif hanyanya sekitar 16 orang. “Kita ini orang-orang gagal. Awalnya kita mau bentuk karang taruna dan hanya di tiga Dusun, karena kita tidak direstui dan di respon akhirnya kita bentuk sebuah komunitas,” ucapnya.

Agung mengatakan, bahwa KOPPI berkerjasama dengan berbagai lembaga. Hingga kini, komunitas itu belum memiliki kegiatan rutin dalam keseharian. “Kita hanya membuat proposal. Kita berkerjasama dengan tiga lembaga. LDA sangat berperan penting karena kita mendapat pelatihan dan pendampingan,” tuturnya.

BACA :  Kantor Camat Tanjungsari Disterilisasi

Masih kata Agung, dirinya menjelasnkan KOPPI tidak hanya berasal dari Desa Malangsari saja, tetapi komunitas itu terbuka untuk umum. “Kita tidak hanya dari sini saja, tetapi ada yang berasal dari Desa lain,” jelasnya.

Disamping itu, Kades Malangsari Supriyadi menambahkan bahwa jalan sehat itu dilakukan sejauh tiga kilometer. Dirinya berharap, Desa yang dia nahkodai itu dapat mengejar ketertinggalan dari desa yang lain. “Tiga kilometer, doorprie berupa perabotan rumah tangga kita berikan secara acak. Desa kita inikan belum lama mekar dari Desa Kertosari, harapannya bisa mengejar ketertinggalan dari Desa yang sudah maju,” harapnya. (CW1)