Jika Harga Telur Rp28 Ribu Perkilogram, Pemkab Siap Gelar OP

665

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui tim OP (Operasi Pasar) akan menggelar OP jika dalam waktu 10 hari kedepan harga telur masih bertahan diatas Rp28 ribu per kilogram.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lamsel ke sejumlah pasar diwilayah Lampung Selatan dalam sepekan terakhir, rata-rata harga telur ayam ras dijual para pedagang melebihi dari harga standar.

“Kalau harga telur masih tetap tinggi maka tim OP Pemkab Lamsel akan menggelar operasi pasar. Ini berdasarkan hasil rapat koordinasi yang kami ikuti di Provinsi Lampung pada hari Senin lalu,” ujar Kepala Disperindag Lamsel Qorinilwan Niti Jaman, Kamis (19/7) kemarin.

BACA :  Proyeksi Turun, Maksimalkan PAD!

Dia mengaku bingung dengan tingginya harga jual telur ayam ras sekarang ini. Padahal harga beli telur ayam ras melalui sistem Devely Order (DO) dari peternak saat ini sudah turun berkisar Rp500 – Rp1000/Kg sehingga harga telur ditingkat peternak pun menjadi turun RpRp23.000 perkilogram.

Namun, turunnya harga ditingkat peternak belum diikuti harga ditingkat pedagang eceran di sejumlah pasaran. “Naiknya harga telur sekarang ini dimungkinkan para pedagang masih menghabiskan stok barang yang dibeli saat harga naik sebelum maupun sesudah lebaran kemarin,” terangnya.

BACA :  DPT Pilkada Diketok 704.367

Dia mengatakan, dari hasil monitor jajaran Disperindag Lampung Selatan harga telur ayam ras di pasaran saat ini bervariasi mulai dari Rp26-28 ribu perkilogram.

Menurutnya itu yang terjadi di pasar Sidomulyo, Bakauheni, Jatiagung, dan pasar Kalianda. “Tingginya harga telur dipasaran saat ini sudah pasti menjadi keluhan para ibu rumah tangga. Ya kita lihat saja dalam waktu 10 hari kedepan. Kalau masih belum turun, maka akan dilakukan operasi pasar yang tujuannya untuk menekan tingginya harga telur yang dijual pedagang di pasaran,” pungkasnya. (iwn)