JTTS Kelar, Sertifikat Belum Dikembalikan

29
ILUSTRASI

NATAR – Puluhan warga Desa Mandah dan Rulungsari kembali mempertanyakan kejelasan Sertifikat tanah dan rumah mereka yang belum juga dikembalikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Anehnya alasan belum dikembalikannya sertifikat itu tidaklah jelas.

Kepala Desa Mandah Sutrisno menjelaskan, saat pembangunan JTTS beberapa tahun lalu memang seluruh sertifikat warga yang terkena pembangunan JTTS ditahan oleh BPN dan akan dikembalikan usai pembangunan. “Kami sudah sering menanyakan, jawabannya tidak pernah pasti. Ini warga bertanya terus kepada saya sebagai kades,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Minggu (20/9).

BACA :  Waduh, 4 Bulan Saldo BPNT Kosong

Ia menambahkan, pihaknya sempat menanyakan hal itu ke BPN Lamsel, tetapi ternyata posisi sertifikat itu ada di Kanwil BPN Provinsi Lampung. “Ya warga ini sudah membutuhkan sertifikat itu, jadi wajar bertanya,” kata dia.

Sebab, pihak JTTS dan BPN kala itu juga telah menyepakati bahwa sertifikat milik warga akan dikembalikan usai pembangunan selesai. “Kan semua sudah sepakat, saya khawatir ada sesuatu yang disembunyikan jika waktunya diulur terus begini,” tuturnya.

BACA :  Belasan Juta Daftar Regular, Sartipikat Malah Terbit Lewat PTSL

Ia curiga, pihak BPN bakal memungut biaya tambahan untuk menerbitkan sertifikat baru tersebut padahal telah disepakati warga tidak dibebani biaya apapun. “Warga sudah tahu semua, bahwa tidak dibebankan biaya apapun lagi, jangan sampai kami yang terpojok nantinya,” bebernya.

Sama halnya dengan Kades Rulung Sari Bambang Tri yang meminta agar sertifikat milik warga itu segera dikembalikan. “Kami berencana menggelar aksi ke BPN kalau tidak ada jawaban terkait sertifikat ini,” pungkasnya. (kms)