Jual Beli Ayam Tiren Bakal Diselidiki

62
Gambar Ilustrasi

TANJUNG SARI – Dugaan praktik jual beli ayam mati kemarin yang dilakukan oleh oknum Scurity berinisial LS di salahsatu perusahaan ternak ayam petelur, tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari bakal mendapat pemeriksaan dari Polsek Tanjung Bintang.

 

Saat dihubungi Radar Lamsel, Kapolsek Tanjung Bintang, Ajun Komisaris Polisi, AKP Talen Hapis, S.H., M.H belum dapat memastikan salah atau tidaknya tindakan penjualan ayam tiren tersebut yang sudah berlangsung cukup lama. Kendati begitu kepolisian tak bergeming alias tak diam saja dengan kabar yang meresahkan publik tersebut.

BACA :  Hukuman bagi Pelanggar Prokes Masih Berlaku!

 

“Kita sudah menerima kabarnya, itu pasti nanti bakal kita periksa, karena kita juga belum melakukan pemeriksaan. Nanti tergantung dari Polres atau Polsek yang memeriksa,” singkatnya, Selasa (13/10).

 

Sementara Kepala Desa Kertosari Kecamatan Tanjungbintang Albert Halomoan belum memberikan tanggapan atas beredarnya kabar tersebut. Saat dihubunbi yang bersangkutan belum merespon.

 

 

Sementara, saat ditemui di Pos Security perusahaan ayam ternak, LS nampak tergesa-gesa meninggalkan Pos Security dikarenakan sudah memasuki jadwal pergantian petugas.

 

“Mau cari apa pak, ini udah siap-siap mau aplusan, apa bapak mau beli telur ayam? Kalau pemilik kandang sudah tiga hari ini nggak masuk,” Ucap LS saat wartawan koran ini ingin mengonfirmasi pemilik ternak ayam petelur.

BACA :  Hukuman bagi Pelanggar Prokes Masih Berlaku!

 

Sedangkan, ketika dipertanyakan adanya seorang konsumen yang membakar ayam tiren didalam lokasi kandang ternak, LS membenarkan bahwa di kandang ternak ayam petelur itu memang menjual ayam tiren. “Oh, bapak mau beli ayam mati, Rp 1.000 per ekor pak, ” Beber LS sembari meninggalkan Pos Security. (CW1)