Jumlah Hewan Kurban Pemkab Merosot

71
ILUSTRASI

KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan baru mencatat sebanyak 17 ekor sapi kurban yang berasal dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada sepekan terakhir jelang Idhul Adha 1441 Hijriah. Situasi pandemi Covid-19 menjadi alasan minimnya partisipasi jajaran pejabat pada perayaan hari raya kurban tahun ini.

 

Namun, jumlah hewan kurban yang tercatat itu belum final. Sebab, panitia kurban Pemkab Lamsel masih menunggu laporan dari jajaran hingga pelaksanaan sholat Idul Adha digelar, Jum’at (31/7) mendatang. Berkaca pada Idul Adha 1440 Hijriyah, Pemkab Lamsel kala itu berhasil mengurbankan sebanyak 39 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

 

Sekkab Lamsel, Thamrin, S.Sos., MM mengamini, jika pada tahun ini pihaknya tidak mematok target angka hewan kurban dari jajaran OPD. Sebab, berkurban merupakan salah satu tindakan amal yang semestinya tidak ada paksaan.

BACA :  ’Kuda-kuda’ KBM Tatap Muka

 

“Apalagi situasi saat ini sedang masa sulit karena pandemi covid-19. Jadi kita tidak mematok target setiap OPD wajib menyalurkan hewan kurban,” kata Thamrin diruang kerjanya, pekan lalu.

 

Terpisah, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kessos) Setdakab Lamsel, Drs. A. Kholil. S mengatakan, jumlah sementara 17 ekor hewan kurban berupa sapi itu berasal dari jajaran OPD. Rencananya, akan diserahkan kepada panitia kurban di Masjid Agung Kalianda.

 

“Jumlah ini bisa bertambah karena baru sebagian OPD yang sudah pasti. Biasanya memang satu OPD satu ekor sapi kurban, tapi tahun ini ada yang gabungan dari dua OPD untuk satu ekor hewan kurban,” kata Kholil via telepon, kemarin.

BACA :  Tim Penagihan Siap Kejar WP Nunggak

 

Dia menegaskan, penyaluran hewan kurban dari jajaran OPD ini nantinya akan langsung diserahkan Bupati Lamsel kepada sasaran. “Jika ada permintaan dari lintas sektoral seperti Lapas dan Polres maka akan kita berikan,” tegasnya.

 

Di bagian lain, Pemkab juga memastikan bakal menggelar sholat Idul Adha berjamaah. Namun, lokasinya di tempat terbuka ataupun di masjid masih dalam pembahasan jajaran panitia.

 

“Karena saat ini dalam situasi pandemi covid-19, maka kita akan menyesuaikan dengan SE Menteri Agama. Kita juga tengah menunggu arahan dari Pak Bupati untuk menentukan lokasi pelaksanaan sholat nya,” pungkasnya. (idh)