Kader Golkar Warnai Pilkada Lamsel

105
Tony Eka Candra

KALIANDA – Dinamika perpolitikan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung Selatan terus bergulir. Pergerakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) Lampung Selatan paling mencolok sejauh ini.

Parpol berlambang pohon beringin punya dua kandidat kuat. Tony Eka Candra dan Hipni. Rekomendasi DPP Golkar pun digadang-gadang tak akan jatuh selain kepada dua orang tersebut.

Kader parpol lain bukan tanpa pergerakan, namun tak dipungkiri bahwa kompetisi dua politikus itu turut menyajikan varian calon pemimpin di Bumi Khagom Mufakat.

Ketua DPD II Golkar Lamsel Ismet Jayanegara tak memungkiri ketika disinggung Radar Lamsel soal peta persaingan Pilkada Lamsel diwarnai internal Golkar. Ismet dengan pede mengatakan rekomendasi pusat tak akan meleset ke orang lain selain dua kandidat itu.

BACA :  PDP Berkurang, ODP Bertambah

“ Memang Golkar selektif dalam menentukan pemimpin tidak kocok bekem, ada proses panjang yang perlu dilewati bakal calon sebelum benar-benar menjadi calon. Karena itu wajar kalau Golkar mewarnai dinamika Pilkada Lamsel, rekomendasi Golkar tak akan meleset selain kepada dua orang itu (TEC dan Hipni),” ujar Ismet, Senin (24/2).

Mantan legislator Lamsel ini menegaskan andil Golkar dalam mewarnai dinamika jelang Pilkada Lamsel cukup kental. Kendati Golkar bukanlah parpol pemenang di Pileg lalu namun, kursi wakil ketua parlemen kabupaten ini yang jatuh di pangkuan Golkar menjadi simbol eksistensi parpol dengan warna kuning tersebut.

BACA :  Ratusan Warga Binaan Dapat Asimilasi

“ Kalau tidak mewarani ya untuk apa kita rengkuh kursi wakil parlemen, itu membuktikan bahwa Golkar punya eksistensi dan punya komitmen. Untuk menentukan calon pun kami punya kandidat kuat, dua-duanya (TEC dan Hipni) punya peluang sama kuat,” tukasnya.

Mantan Ketua Komisi A DPRD Lamsel periode lalu itu melanjutkan rekomendasi Golkar bakal diketahui pada Maret mendatang. Sebab saat ini para kandidat masih disurvey mulai dari elektabilitas, kapabilitas hingga popularitasnya.

“ Sekarang masih survey, survey juga perlu durasi. Soal rekomendasi kemungkinan tak akan meleset pada Maret mendatang, sekali lagi tak akan meleset dari dua orang itu,” tandasnya. (ver)