Kades Kecapi Bantah Pemotong BLT DD

25
ILUSTRASI

KALIANDA – Kabar pemotongan dana BLT DD kembali menyeruak di Kecamatan Kalianda. Kali ini terjadi di Desa Kecapi. Informasi yang beredar, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DD tahap kedua yang mendapat bantuan uang tunai Rp600 ribu dipotong oleh aparatur desa sebesar Rp50 ribu.

Selain pemotongan, kabarnya ada salah satu Aparatur Desa Kecapi yang turut menjadi KPM BLT DD. Sontak hal ini menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat desa setempat. Untuk memastikan informasi tersebut, Radar Lamsel mengonfirmasi Ridwansyah, selaku Kepala Desa Kecapi.

BACA :  Satukan Persepsi Bahas Pasar Bumirestu

Ridwansyah mengatakan bahwa tidak ada potongan apapun yang diberlakukan aparatur desanya kepada warga. Meskipun hanya sebesar Rp50 ribu. Ridwansyah mengaku sudah memastikan kabar tersebut dengan mengumpulkan warga desa yang menerima BLT DD. Seluruh uang bantuan tersebut diterima utuh Rp600 ribu.

“Saya sudah kumpulkan semuanya. Jadi tidak ada, kalau tidak percaya silakan cek langsung saja dengan warga,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Ridwansyah meminta publik tidak memberikan penilaian yang salah terhadap kinerja aparatur desanya. Apalagi jika kabar yang diembuskan belum tentu ada kebenarannya. Sebaliknya, apabila potongan BLT DD tersebut memang ada, pihaknya siap menanggung segala konsekuensinya.

BACA :  Pengurus DKLS dan IMMeLS Dikukuhkan

“Sekali lagi saya pastikan tidak ada. Saya membantah kabar-kabar yang tidak ada tanggungjawabnya,” katanya.

Ihwal salah satu Aparatur desanya yang menerima BLT DD, Ridwan mengamini. Namun, bantuan yang diterima oknum Kadus tersebut bukan BLT, tetapi BST yang dananya bersumber dari pemerintah pusat. Ridwansyah memastikan oknum tersebut tidak menerima bantuan itu lagi.

“Ada satu, data dari pusat Kemensos. Bukan dari DD. Tapi sekarang sudah tidak diambil lagi,” katanya. (rnd)