Kades Minta Dishub Lampung Beri Solusi

49
ILUSTRASI

NATAR – Penutupan akses jalan di samping Bandar Udara Radin Inten II tahun 2019 lalu dinilai telah berdampak pada kualitas jalan di Desa Waysari sebagai salah satu jalan alternatif.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Waysari Supriono mengancam akan memortal jembatan di desanya yang telah dibangun menggunakan dana swadaya masayarakat. “Saya bukannya egois dan tidak mementingkan warga Desa Branti dan Desa Candimas, tetapi kebanyakan profesi warga didekat bandara itu adalah sopir truk sehingga akan berdampak pada jembatan desa kami,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (3/8).

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

Disampaikannya, perasaan warga Desa Waysari harus dijaga sebab pembangunan jembatan menggunakan dana swadaya masyarakat itu belum berumur satu tahun. “Kasihan warga kami, sudah mengumpulkan uang untuk memperbaiki jembatan itu kok sekarang ada potensi perusakan karena tonase mobil yang besar,” tuturnya.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Ia berharap pihak Dinas Perhubungan Provinsi Lampung memperhatikan aspek sosialnya dari dampak pelebaran landasan bandara tersebut. “Saya berharap ada kemakluman, jangan dipaksakan, kalau tidak ada solusi lain maka maaf jalan dan jembatan akan kami portal,” ucapnya.

Hal itu sambungnya, hanya berlaku untuk kendaraan bermuatan besar dan melebihi tonase. “Kalau kendaraan pribadi ya silahkan saja,” pungkasnya.(Kms)