Kades Pertanyakan Solusi Jalan dari Dishub Lampung

176
Foto Ilustrasi

NATAR – Penutupan akses jalan di samping Bandar Udara Radin Inten II dinilai telah berdampak pada kualitas jalan di Desa Waysari sebagai salah satu jalan alternatif. 

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Waysari Supriono mengancam akan memortal jembatan di desanya yang telah dibangun menggunakan dana swadaya masayarakat. “Saya bukannya egois dan tidak mementingkan warga Desa Branti dan Desa Candimas, tetapi kebanyakan profesi warga didekat bandara itu adalah sopir truk sehingga akan berdampak pada jembatan desa kami,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (1/7).

BACA :  Warga Minta Baliho Paslon dan Bapaslon Ditertibkan

Disampaikannya, perasaan warga Desa Waysari harus dijaga sebab pembangunan jembatan menggunakan dana swadaya masyarakat itu belum berumur satu tahun. “Kasihan warga kami, sudah mengumpulkan uang untuk memperbaiki jembatan itu kok sekarang ada potensi perusakan karena tonase mobil yang besar,” tuturnya.

Apalagi sambung Supri desanya merupakan desa yang mewakili Provisi Lampung dalam perlombaan Kesrak PKK di tingkat nasional.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Ia berharap pihak Dinas Perhubungan Provinsi Lampung memperhatikan aspek sosialnya dari dampak pelebaran landasan bandara tersebut. “Saya berharap ada kemakluman, jangan dipaksakan, kalau tidak ada solusi lain maka maaf jalan dan jembatan akan kami portal,” ucapnya.

Hal itu sambungnya, hanya berlaku untuk kendaraan bermuatan besar dan melebihi tonase. “Kalau kendaraan pribadi ya silahkan saja,” pungkasnya. (Kms)