Kades Sumur Minta Infrastruktur Rusak Pasca Banjir Segera di Bangun

172

Jembatan Dusun Sumber Mulya Nyaris Putus

KETAPANG – Bencana banjir kembali melanda Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Senin sore (18/5/2020). Meski tidak separah banjir sebelumya pada awal bulan Mei lalu, namun banjir kedua itu menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak.
 
Berdasarkan pendataan dan laporan aparatur desa, sejumlah infrastruktur rusak seperti dua unit gorong-gorong di jalan lintas sumatera (Jalinsum), satu buah jembatan di Dusun Sumber Mulya dan talud.
 
Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya mengatakan, pihaknya sudah melaporkan bencana banjir yang melanda Desa Sumur secara berturut-turut. Tidak hanya rumah warga yang terendam banjir di laporkan ke pemerintah dan instansi terkait, tapi sejumlah kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan gorong-gorong juga sudah dilaporkan.
 
“Sudah dilaporkan semuanya, baik rumah warga yang terendam dan kerusakan infrastruktur. Bahkan sejumlah instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan sama-sama meninjau lokasi titik banjir,” terang Nyoman Sabri, panggilan akrab Nyoman Prima Wijaya, Selasa (19/5/2020).
 
Menurut Nyoman Sabri, kerusakan terparah terjadi pada Jembatan di Dusun Sumber Mulya yang jebol hampir separuh badan jembatan akibat tergerus banjir. 
 
“Jembatan ini sangat rawan putus karena sudah separuh badan jalan jebol dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Banjir pertama terjadi jebol sedikit dan langsung di perbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Banjir kedua kemarin, rusak lagi. Bahkan kerusakan ini lebih parah hampir separuh badan jalan tergerus banjir,” papar Nyoman.
 
Dikatakan, jembatan rawan putus di Dusun Sumber Mulya tersebut akan segera diperbaiki bahkan tahun ini akan segera dibangun melalui APBD Kabupaten Lampung Selatan. “Ruas jalan Dusun ini akan dibangun oleh Pemkab Lamsel melalui APBD sepanjang dua kilometer lebih tahun ini,” ujarnya.
 
Nyoman menambahkan, pemerintah desa juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang diduga menyebabkan banjir terjadi. “Kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan PT. WIKA dan PT. PP. Karena memang ada sejumlah sarana seperti saluran mengalami pendangkalan sehingga harus dinormalisasi oleh pihak perusahaan yang diduga penyebab kebanjiran tersebut. Bahkan dari pihak perusahaan siap untuk memperbaiki penyebab kebanjiran tersebut,” pungkasnya.(man)