Kades Tuding PT. Garuda Food Penyebab Banjir

193

Desa Sukanegara Anggarkan Pembuatan Beronjong

TANJUNG BINTANG- PT. Garudafood diduga sebagai penyebab seringnya terjadi banjir di Dusun Banjarsari, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Sukanegara Hery Tamtomo disela Musrenbang Desa Sukanegara tahun 2020.

Menurutnya, meskipun pihak perusahaan belum memberikan solusi terkait banjir tahunan itu, pihaknya tetap akan mengambil ancang-ancang dengan menganggarkan pembuatan bronjong permanen disepanjang sungai di dusun tersebut.

Heri Tamtomo mengatakan bahwa sungai di Dusun Banjarsari dan Balong di Dusun Gunung Besi pada saat musim hujan positif akan terendam banjir. “Setiap musim hujan pasti banjir, air itu datang selalu pada malam hari, dulu juga ada rumah warga yang hanyut dibawa banjir ketika saya masih bujang,” ucap Heri kepada Radar Lamsel usai Musrenbang desa Sukanegara, Jumat (15/11).

BACA :  Kades Budilestari Sangkal Tudingan Korupsi

Dia mengatakan, Dusun Banjar Sari berlokasi dibibir sungai raja sedangkan balong berlokasi di belakang PT. Garudafood yang berada dicekungan tanah. Pada saat banjir di dusun Banjarsari ketinggian air mencapai dada orang dewasa sedangkan di balong banjir bisa mencapai setinggi atap rumah. “Di Banjarsari setinggi dada, kalau di Balong seinggi bubungan rumah, kalau di Balong itu karena selokan di Kacanag Garuda itu kurang besar, kalau mau disudet juga tidak bisa karena disebelahnya juga ada pabrik, kalau tidak direlokasi tidak mungkin jelas tidak mungkin karena sudah banyak rumah, tapi itu tanah siapa?” kata Heri.

BACA :  Pemdes Sabahbalau Bangun Akses Pemakaman

Masih kata Heri dia menjelaskna bahwa sebelum adanya perusahaan yang memproduksi Kacang Garuda itu sebelumnya tidak pernah banjir. “Kalau perusahaan menyalahkan kenapa warganya tinggal disitu, sekatang saya tegaskan bahwa warga duluan yang tinggal disitu ketimbang pabriknya,” tutur Heri.

Sementara itu, warga dusun Banjar Sari Desa Sukanegara Rumini membenarkan hal itu, dia mengatakan bahwa rumah miliknya pada setiap musim hujan akan terendam air meskipun sudah di desain lebih tinggi.

“Iya mas, disini kalau hujan memang pasti banjir, rumah saya ini juga pondasinya sudah dibuat tinggi sebenernya, tapi kalau banjir ya tetep yang namanya air itu pasti masuk rumah,” beber Rumini. (CW1)