Kalmart Bangkrut, Zainudin Belum Terima Laporan

1415
Idho Mai Saputra – Bangunan eks Kalmart memiliki lokasi yang strategis. Sangat di sayangkan jika tempat tersebut dibiarkan terbengkalai terlalu lama.

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum memprogramkan bangunan eks Kalianda Market (Kalmart) yang ditutup akibat bangkrut belum lama ini.
Bahkan, Bupati Lamsel Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum belum menerima laporan secara resmi dari jajarannya terkait mengenai tutupnya mini market milik Pemerintah Kabupaten Khagom Mufakat ini.
“Saya belum tahu dan belum melihat secara langsung kondisinya seperti apa. Nanti kita evaluasi dan kita programkan untuk pemanfaatannya. Lagi pula itu belum ada laporannya ke saya,”ujar Zainudin kepada wartawan di Kantor Bupati Lamsel, kemarin.
Pihaknya mengakui terdapat beberapa bangunan aset milik pemerintah daerah yang dinilai kurang termanfaatkan. Namun, secara perlahan Zainudin akan mengalokasikan anggaran untuk dilakukan renovasi agar lebih layak.
Salah satunya adalah bangunan Dekranasda yang berada di Jalinsum Kalianda. Yang saat ini telah dianggarkan untuk di rehab dan bakal segera digunakan untuk mempromosikan potensi daerah.
“Kalau untuk Dekranasda sudah dianggarkan. Anggaran pemda kan terbatas. Jadi, perlahan kita evaluasi mana terlebih dahulu yang akan direhab dan dimanfaatkan. Yang jelas, untuk Dekranasda akan segera direhab. Sekarang sudah waktu Dzuhur, sudah dulu ya,”tutupnya.
Untuk diketahui, Kalmart didirikan Pemkab Lamsel sejak tahun 2003. Mini market tersebut pada awalnya dibangun untuk memudahkan para pegawai ASN dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum kemunculan waralaba yang saat ini kian menjamur.
Beberapa pekan terakhir, Kalmart tutup karena dikabarkan bangkrut. Berhentinya operasi minimarket milik pemerintah ini tepatnya pada saat masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2016, lalu. (idh)

BACA :  Jalan Poros Tanjungbintang Dikeluhkan