Kapal Logistik Ditarik, Kerusakan Belum Ditelisik

55

RAJABASA – Setelah empat hari tanpa pergerakan, akhirnya kapal bermuatan logistik yang kandas di perairan pulau Sebuku, kecamatan Rajabasa, berhasil dievakuasi. Kepala KSOP Bakauheni, Iwan Syahrial, mengatakan kapal itu ditarik pada pukul 21.30 WIB, Sabtu (17/10/2020).

Proses penarikan kapal ini memakan waktu kurang lebih selama 2,5 jam. Sebab, kapal tersebut lepas landa tepat pada pukul 00.00 WIB, Minggu (18/10/2020). Setelah ditarik, kapal dibawa ke perairan Kalianda sekitar 6.30 WIB. Kemudian kapal itu dibawa lagi ke perairan Bakauheni.

“Sampai di sana jam setengah 12 siang,” kata Iwan saat dihubungi Radar Lamsel.

Meski sudah dievakuasi, Iwan mengaku belum mengetahui penyebab kandasnya kapal tersebut. Dia juga belum bisa menjelaskan kerusakan apa saja yang dialami badan kapal. Pasalnya, pemeriksaan baru akan dilakukan pada Senin (19/10/2020) hari ini.

“Nanti dicek dengan under water supply. Dilihat dulu kerusakannya apa. Kalau memungkinkan, kita perbaiki di situ. Kalau parah, kita perbaiki di dock,” katanya.

BACA :  Gerdal POPT-Petani Antisipasi Perkembangan OPT

Diberitakan sebelumnya, kapal bermuatan logistik itu kandas pada hari Rabu (14/10/2020). Hingga Jumat (16/10/2020), kapal pengangkut logistik yang kandas di perairan pulau Sebuku, kecamatan Rajabasa, belum bergerak sejengkal pun. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni tidak bisa menyentuhnya. Karena saat itu KSOP masih menunggu tim penyelam dari Jakarta.

“Informasinya (tim) tiba sore ini (kemarin’red). Kami menunggu mereka dulu,” kata Iwan.

Pasalnya, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni belum melakukan pemeriksaan. Instansi yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan, penegakkan hukum, dan keamanan pelayaran inimasih menunggu kepastian dari pihak perusahaan pemilik kapal tersebut.

“Kami menunggu informasi dari pihak kapal untun rencana selanjutnya,” kata Kepala KSOP Bakauheni, Iwan Syahrial, saat dikonfirmasi Radar Lamsel.

Dari KSOP sendiri, lanjut Iwan, masih menunggu under water supply sekaligus tim penyelam. Nantinya mereka akan bertugas mengecek penyebab kandasnya kapal itu. Kemudian mengecek kondisi kapal, apakah mengalami kebocoran atau tidak.

BACA :  Gerdal POPT-Petani Antisipasi Perkembangan OPT

“Kita lihat kondisi dasar laut di sekitar kapal. Apakah kapal itu kandas karena pasir atau disebabkan oleh karang,” katanya.

Iwan menyebut dua hal itu bisa saja menjadi penyebab kapal kanda. Karena itu, kata Iwan, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri dalam menentukan langkah. Mereka harus menunggu keputusan dari pihak perusahaan terlebih dahulu. Setelah itu baru ditentukan langkah apa saja yang bakal diambil.

“Kru kapal dalam keadaan aman, dan sehat. Mereka masih di sana (kapal), karena tidak bisa ditinggal. Kami masih memantau sampai besok,” katanya.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, kondisi kapal pengangkut logistik itu mengalami kebocoran karena nabrak karang. Keterangan ini didapat dari nelayan yang sudah mendekat untuk memberi pertolongan. (rnd)