Kapolda Lampung: Mari Berantas Bersama-sama!

609

KALIANDA – Masalah peredaran narkoba telah masuk dalam kategori Extraordinary Crime (kejahatan luar biasa’red) yang dapat menyebabkan gangguan keamanan bagi stabilitas nasional.

Hal ini disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Suroso Hadi Siswoyo, M.Si saat menghadiri pemusnahan narkoba dilapangan asrama Polres Lamsel, Kamis (23/11) kemarin.

Dengan masuknya narkoba dalam kategori kejahatan yang luar biasa, maka bisa dipastikan bahwa peredaran narkoba di wilayah Lampung tidak akan pernah habis. Untuk menghentikannya, jenderal bintang dua ini meminta semua pihak bersikap cerdas agar peredaran narkoba di Lampung bisa diatasi.

Suroso mengatakan, pihaknya akan membantu Polres Lamsel dengan melakukan penambahan personel menjelang hari raya Natal dan Tahun 2018 untuk melakukan penjagaan di seaport interdiction (SI) pelabuhan Bakauheni. Langkah ini diterapkan untuk mencegah masuknya peredaran narkoba antar pulau. “Pasti, karena itu suatu operasi cipta kondisi,” kata Suroso.

BACA :  KBM Tatap Muka Harus Cermat!

Selain melakukan penambahan personil dilokasi yang rawan, Mantan Baintelkam Polri ini mengatakan kepolisian juga masih memikirkan cara mengatasi dan mengusir barang-barang haram itu agar tidak lagi masuk ke wilayah Lampung. Pun demikian dengan pemerintah yang gencar melakukan pemberantasan.

“Pihak terkait seperti pemangku adat, tokoh agama dan tokoh pemuda juga harus bersinergi dan memberikan saran kepada kepolisian agar pemberantasan narkoba dapat dilakukan dengan sukses,” katanya.

Polisi, lanjut Suroso, tidak hanya memikirkan pemberantasan narkoba di kota dan kabupaten saja. Tetapi wilayah terpencil seperti desa dan kampung juga menjadi prioritas pemberantasan. “Kita tidak sekedar memikirkan desa atau kampung yang bebas (narkoba), tetapi juga memikirkan bagaimana caranya memberikan kehidupan seperti kampung lain yang terbebas dari narkoba,” lanjutnya.

Menurutnya, desa atau kampung yang terbebas dari narkoba akan memiliki masyarakat yang sehat dan mempunyai kesempatan untuk berkembang. “Jadi, mereka yang di desa tidak hanya terpapar begitu saja, tetapi diberikan kesempatan untuk berkreasi. Seperti memajukan sektor pariwisata dan perdagangan. Semua itu harus disadari, wilayah ini memiliki semuanya, karena Lampung adalah provinsi yang spektakuler,” pungkasnya.

BACA :  Empat Plt Kabag Tunggu Izin Mendagri

Menyusul sulitnya melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Lampung, Bupati Lamsel Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum ikut meminta semua pihak untuk terlibat dengan pihak kepolisian dalam melakukan pemberantasan narkoba.

Sebab, lanjut Zainudin, peredaran narkoba bukanlah masalah pihak kepolisian, melainkan masalah bagi masyarakat. “Memang sulit menghilangkan masalah narkoba di Lamsel, untuk itu saya himbau kepada pemuda dan pelajar untuk tidak memakai narkoba. Tetapi melawannya. Kita semua harus ikut memberantas peredaran narkoba, karena masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pihak kepolisian saja,” katanya. (rnd)