Kapolres Ajak Selamatkan Mangrove

87
David Zulkarnain – Foto bersama jajaran Polres Lampung Selatan dan Pemerintah Kecamatan Sragi dalam kegiatan penanaman mangrove di Dusun Kualajaya, Desa Bandar Agung, Sabtu (11/1).

SRAGI – Abrasi yang menyebabkan kerusakan lahan tambak di Dusun Kualajaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi kian mengundang perhatian dari banyak pihak.

Tak hanya dari Unit Pelaksana Teknis (KPH) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) XIII Gunung Rajabasa – Way Pisang – Batu Serampok saja, namun Polres Lampung Selatan juga turut serta menyelamatkan ekosistem pesisir timur Lampung Selatan itu dengan melakukan penanaman 1.800 mangrove, Sabtu (11/1).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edy Purnomo mengatakan, giat penanaman tersebut merupakan bagian Program Polri Peduli Penghijauan untuk menyelamatkan hutan di Indonesia.

Penanaman 1.800 mangrove  yang dilakukan di destinasi wisata Tanjung Sembilang Dusun Kualajaya itu dilakukan bersama UPT KPK XII Gunung Rajabasa – Way Pisang – Batu Serampok  dan Pemerintah Kecamataan Sragi, serta masyarakat.

BACA :  Hasil Panen  Padi Diprediksi Meningkat

“Hingga saat ini sudah ada sekitar 5.000 pohon yang sudah ditanam, salah satunya di Dusun Kualajaya ini. Upaya penghijauan ini akan terus diperluas hingga kedaerah lain di Lampung Selatan,” ujar  Edi Purnomo kepada Radar Lamsel di sela kegiatan tersebut.

Edi Purnomo mengungkapkan, keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir timur ini memiliki fungsi penting untuk menahan abrasi air laut yang dapat menyebabkan kerusakan wilayah pantai.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat Dusun Kualajaya untuk menjaga kelestarian hutan mangrove. Sehingga bisa memberikan dampak yang posotif bagi kehidupan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan itu.

“Selain menahan abrasi, hutan mangrove ini juga menjadi habitat bagi ikan-ikan yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan hingga anak cucu. Maka harapan saya masyarakat juga harus bisa ikut menjaga,” harapnya.

BACA :  30 Paket Sembako Mendarat di Kualajaya

Sementara itu Kepala UPT KPH XIII Gung Rajabasa – Way Pisang – Batu Seramok Wahyudi Kurniawan mengatakan, hingga saat ini hutang mangrove kini tersisa 500 hektar disepanjang kawasan  Pesisir Bunut – Ketapang, itu pun sebagian juga telah dimanfaatkan menjadi tambak.

Untuk menyelamatkan hutang mangrove tersebut pihaknya juga telah menyiapkan 60.000 mangrove yang akan ditanam pada tahun 2020. Upaya peyelamatan itu, tidak hanya dalam bentuk penanaman saja, namun juga akan dilakukan dengan upaya sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami juga tersu berupaya melakukan penyelamatan, saat ini sudah tersedian 60.000 benih mangrove yang disemai oleh Kelompok Tani Hutan Hujau Lestari yang akan ditanam pada 2020 ini. Bahkan upaya ini dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya petambak,”  paparnya. (vid)