Kasatpol PP Lamsel Endus Anggota Pemakai Narkoba!

98
Ilustrasi Berita

KALIANDA – Peringatan keras diberikan kepada anggota Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lampung Selatan. Siapapun yang terlibat narkoba. Maka oknum yang bersangkutan akan dipecat tanpa kompromi. Penegasan itu disampaikan Kasatpol PP dan Damkar Lampung Selatan, Heri Bastian, S.Sos saat apel konsolidasi dengan jajarannya di markas Satpol PP, Kamis (5/12/2019).

Pria yang akrab disapa Heri ini mewanti-wanti seluruh anggotanya supaya menjauhi segala jenis narkoba. Jika imbauan ini tak diindahkan, Heri tak segan mendepak anak buahnya keluar dari Korps Praja Wibawa. Heri menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah ancaman semata.

“Tidak ada SP3. Ambil tindakan sesuai data yang ada. Langsung pemberhentian, tidak diusulkan untuk memperpanjang surat keputusan THLS,” kata Heri kepada Radar Lamsel.

BACA :  Pilkada dan Covid-19 Jadi Fokus Pjs. Bupati

Heri tak menutup kemungkinan jika ada beberapa anggota yang masih mengkonsumsi narkoba. Tetapi sementara ini Heri masih memberi kesempatan bagi mereka agar tak mengkonsumsi barang haram itu lagi. Artinya, orang nomor satu di Satpol PP dan Damkar Lampung Selatan ini masih memberi keringanan untuk anggotanya.
“Mulailah jujur pada diri sendiri. Cari jalan, apapun caranya. Lebih baik sadar diri daripada menyesal di kemudian hari, karena mungkin yang ketahuan langsung ditangkap dan pecat,” katanya.

Dalam apel itu, Heri tak lupa meminta jajarannya lebih semangat dalam melaksanakan tugas. Bekerja disiplin dan bertanggungjawab. Heri juga meminta masing-masing kabid (kepala bidang) melakukan pembinaan kepada jajaran di bawahnya. Sebab, Satpol PP adalah pasukan penegak perda (peraturan daerah).

BACA :  Satukan Persepsi Bahas Pasar Bumirestu

Di sisi lain, Heri meminta masing-masing kabid jangan menyalahkan juniornya. Karena, kata Heri, senior harus menjadi tolok ukur bagi juniornya. Koordinasi antar lini menjadi kunci penting jalannya sebuah kekompakan di sebuah instansi. Tak terkecuali bagi Stapol PP dan Damkar Lamsel.

“Kami melakukannya untuk kebaikan bagi diri masing-masing. Beri arahan di bawah. Kalau bandel diberi sanksi berat supaya memberi efek jera. Lalu dibina lagi agar lebih baik,” katanya. (rnd)