Kearifan Lokal Cegah Konflik Sosial

194
Ist.Radarlamsel – Sosialisasi pencegahan konflik sosial melalui budaya kearifan lokal yang digelar oleh Forum Keserasian Sosial Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Selasa (7/1).

PALAS – Pencegahan konflik sosial yang dilakukan oleh Forum Keserasian Sosial Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas terus digalakkan hingga menyentuh semua lini masyarakat desa.

Hal itu dibuktikan dengan digelarnnya kembali sosialisasi pencegahan konflik sosial melalui budaya dan kearifan lokal yang diberikan kepada masyarakat Desa Rejomulyo, Selasa (7/1).

Ketua Forum Keserasian Sosial Desa Rejomulyo, Sutrisno mengatakan, berbeda dari sosialisasi sebelumnya yang diberikan kepada kalangan remaja. Kali ini sosialisasi pencegahan konflik sosial ini diberikan kepada kalangan masyarakat umum.

“Sebelumnya sosialisasi wawasan kebangsaan untuk mencegah radikalisme diberikan kepada kalangan remaja. Tapi sosialisasi pencegahan konflik sosial ini untuk semua lini masyarakat umum Desa Rejomulyo,” kata Sutrisno kepada Radar Lamsel di sela kegiatan tersebut.

BACA :  Daya Tahan Tubuh Masuk RPP Paud

Sitrisno menerangkan, salah satu penyebab terjadinya konflik sosial di lingkungan masyarakat lantaran mulai meredupnya budaya kearifan lokal masyarakat.

Salah satu budaya kearifan lokal yang mulai ditinggalkan yaitu budaya bergotong-royong masyarakat. Padahal budaya gotong royong tersebut merupak perekat kebersamaan masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik sosial yang bisa memberikan dampak kerusakan lebih besar dari bencana alam.

“Budaya kita adalah budaya bergotong – royong. Tapi sudah mulai meredup, padahal budaya tersebut merupakan perekat kebersamaan dan kekompakan yang bisa mencegah terjadinya konflik sosial di lingkungan masyarakat,” paparnya.

BACA :  Daya Tahan Tubuh Masuk RPP Paud

Sutris mengatakan, melalui sosialisasi tersebut budaya bergotong royong yang sudah meredup tersebut dapat dihidupkan kembali. Sehingga bisa menciptakan masyarakat desa yang tentram dan damai, jauh dari konflik sosial.

“Salah satu hal kecil yang bisa dihidupkan kembali yaitu bergotong royong mebersihkan dan mengamankan lingkungan desa, serta menghidupkan kembali budaya bermufakat. Dengan begitu masyarakat bisa berperan dalam mengisi pembangunan desa, yang jauh dari konflik sosial,” harapnya. (vid)