Kebanjiran Setelah Ada Tol

73
Rifky - Salahsatu warga saat membersihkan lumpur usai banjir kemarin malam, Kamis (23/1).

TANJUNG BINTANG – Warga Dusun II di Desa Lematang Kecamatan Tanjung Bintang menjerit kebanjiran. Warga mengaku banjir di pemukiman mereka terjadi setelah adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Mereka mengklaim sebelum adanya JTTS, pemukiman tak pernah dijamah banjir. Namun cerita berbalik setelah jalan tol dibangun, pemukiman mereka mulai tersentuh banjir setinggi lutut.

Rufi’i (38) warga Desa Lematang yang terdampak banjir menjelaskan air meluap pada pukul 01.00 WIB dinihari. Bertemunya empat saluran air menuju satu titik berakibat air setinggi lutut menggenangi Dusun II.

“Semenjak adanya jalan Tol ini mas, dulu ngga pernah banjir sebelum ada Tol. Tadinya sungai banyak, semenjak dibangun jalan Tol itu aliran air diarahkan kesini semua,” jelasnya saat ditemui Radar Lamsel, Kamis (23/1).

BACA :  Dibuatkan Drainase Sebelum Jalan Diperbaiki

Keberadaan Talut Penahan Tanah (TPT) yang dibangun oleh Pemerintah Desa pun disayangkan. Menurutnya, talut yang dibangun itu kurang tinggi sehingga luapan air tidak dapat dibendung.

“Kalau tidak ada talut itu mungkin sudah setinggi dada orang dewasa airnya. Tapi talut itu nanggung tingginya. Ini kiriman air dari Sukarame sekarang aliran air dari mana-mana dipusatkan kesini semua,” tandasnya.

Masih kata Rufi’i, banjir itu terjadi tidak dalam waktu yang lama. Jika aliran air lancar maka banjir itu akan cepat surut. Sayangnya, kesadaran masyarakat dalam gotong-royong juga kurang

BACA :  BPS Bidik 55.500 KK

“Kalau dibawah tidak ada sampah yang menghambat air akan cepat surut. Disini juga warganya susah untuk gotong-royong. Harusnya kalau banjir seperti ini warga gotong-royong,” pungkasnya.
Kades Lematang Fikriyadi berpendapat bahwa luapan air di Desa lematang itu sangat sulit untuk diatasi. Menurutnya, semenjak adanya TPT yang baru dibuat itu luapan air menjadi berkurang.

“Biasanya setinggi dada. Tapi semenjak dibuatnya tanggul dipinggir sungai itu luapan air sekarang tidak begitu tinggi. Kalau dicegah saya rasa tidak bisa, pasti tetap banjir karena itu menampung empat saluran air,” singkatnya.(CW1)

BAGIKAN