Kekeringan Intai Ribuan Hektar Sawah

237
David – Petani di wilayah Kecamatan Palas mulai menerapkan sistem pompanisasi dengan memanfaatkan saluran irigasi terdekat untuk mengantisipasi kekeringan tanaman padinya, kemarin.

DTPHP Intruksikan Sistem Pompanisasi

KALIANDA – Minimnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan belakangan ini bisa berakibat fatal bagi lahan pertanian. Pasalnya, kekeringan dapat melanda ribuan hektar lahan padi yang tidak dilalui irigasi.

          Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, minimnya debit air sudah melanda kawasan Kecamatan Palas. Bahkan, para petani diwilayah itu sudah menerapkan pompanisasi untuk mengairi lahan padi dari aliran sungai terdekat.

          Karena, saat ini usia tanaman padi di wilayah lumbung pangan Kabupaten Khagom Mufakat ini hampir menguning. Ironisnya, debit air kian hari semakin berkurang karena setiap hari disedot warga untuk mengairi ratusan hektar sawah.

BACA :  KPK Panggil Ulang Sekda

          “Harapan kita, masih ada turun hujan di hulu-nya walaupun tidak deras. Setidaknya, bisa mencukupi kebutuhan air hingga musim panen yang tinggal sebentar lagi,” kata Suparno (42) seorang petani asal Palas yang memiliki usaha di Kalianda, Senin (9/4) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lampung Selatan, Zailani Bura menghimbau petani untuk bersiap menghadapi musim kemarau. Khususnya, bagi mereka yang tanaman padinya sudah berusia tua dan jelang panen.

Langkah yang paling tepat, tegas Zailani, dengan memaksimalkan sistem pompanisasi dengan menyedot air dari irigasi terdekat. Dengan begitu, kekhawatiran petani tidak sampai terjadi.

BACA :  Cabup Lamsel Saling Melucuti Program

          “Sepertinya tidak ada wilayah yang bakal mengalami kekeringan dan gagal panen. Karena, memang beberapa wilayah sudah kita terapkan pompanisasi. Apalagi, di wilayah pertanian yang tengah memasuki musim panen,” kata Zailani Bura di kantornya, kemarin.

          Namun demikian, pihaknya tidak menampik jika ada beberapa kawasan pertanian yang kemungkinan bisa kekeringan. Karena, jaraknya jauh dari aliran irigasi. Seperti salah satunya di wilayah Kecamatan Way Panji yang banyak mengandalkan tadah hujan.

          “Tapi, berdasarkan data dari laporan yang masuk, wilayah itu sudah tinggal menunggu panen. Mudah-mudahan saja kebutuhan airnya masih mencukupi hingga beralih ke musim tanam gadu nanti,” pungkasnya. (idh)