Kepala Desa Sukajaya Lempasing, Dinas Kesehatan dan Mitra Bentala Bicara Sanitasi Berbasis Masyarakat

106
Foto Edy - Kepala Desa Sukajaya Lempasing, A. Zainuri, S.Pd.I.,M.Pd bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan Mitra Bentala Lampung melakukan dialog interaktif dengan warga setempat mengenai sanitasi berbasis masyarakat.

TELUK PANDAN – Kepala Desa Sukajaya Lempasing, A. Zainuri, S.Pd.I.,M.Pd dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran melakukan dialog interaktif dengan warga dan aparatur pemerintah desa setempat tentang sanitasi berbasis masyarakat yang disiarkan secara langsung oleh RRI Bandar Lampung dari Balai Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Rabu (19/2).

Dialog interaktif Kepala Desa Sukajaya Lempasing dengan masyarakat setempat yang di fasilitasi oleh RRI Bandar Lampung dengan mengangkat tema “Potret Sanitasi Kabupaten Pesawaran” tersebut dihadiri Direktur Mitra Bentala Lampung, Mashabi, Kabid Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Parman yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Harun Tri Djoko, dan Kepala UPT Puskesmas Hanura Nazlina Mayanti.
Kepala Desa Sukajaya Lempasing, A. Zainuri, S.Pd.I.,M.Pd mengatakan, saat ini masih terdapat warga di Desa Sukajaya Lempasing yang belum memiliki jamban, dimana masih terdapat sekitar 30 persen warga setempat yang melakukan BAB sembarangan.
“Kami selalu menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya sanitasi, karena hal ini akan berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan,” ujar Zainuri.
Dikatakan Zainuri, dengan memiliki sanitasi yang baik, diharapkan masyarakat di Desa Sukajaya Lempasing akan lebih terjaga kesehatannya. Selain itu lingkungan juga akan bersih sehingga dapat mencegah terjadinya serangan penyakit.
“Kami juga berharap kepada pemerintah untuk selalu mensosialisasikan dan memberikan bantuan kepada masyarakat agar sanitasi di desa kami semakin baik,” tandasnya.
Sementara, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Parman mengatakan, bahwa sanitasi yang baik adalah ketika masyarakat dapat mengimplimentasikan program kesehatan.
“Sanitasi yang baik adalah ketika septictank berjarak sekitar 10 meter dari sumber air (sumur,red). Selain itu juga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.
Di Kabupaten Pesawaran, imbuhnya, baru sekitar 84 persen warganya yang memiliki sanitasi yang baik, sedang 16 persen sisanya masih melakukan Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
“Memang sebaiknya sosialisasi mengenai sanitasi ini terus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga masyarakat sadar akan pentingnya memiliki sanitasi yang baik,” tutupnya.
Dilain pihak, Direktur Mitra Bentala Lampung, Mashabi mengungkapkan, bahwa Indonesia menempati urutan sanitasi terburuk kedua di dunia setelah India.
“Untuk itu, pimpinan pemerintah daerah hingga kebawahnya memiliki peran penting dalam program sanitasi ini,” singkatnya.
Diketahui, berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, penanganan masalah sanitasi merupakan kewenangan daerah, tetapi sampai saat ini belum memperlihatkan perkembangan yang memadai. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memperlihatkan dukungannya melalui kebijakan dan penganggarannya. (esn)
BACA :  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Serempak di 11 Kecamatan