Keracunan Jajanan, 8 Siswa SD Muntah-muntah

458

WAYSULAN – Diduga keracunan usai mengkonsumsi jajanan, delapan siswa SDN 1 Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan muntah-muntah, Rabu (18/10) kemarin.

Delapan siswa itu yakni Yanti (9) Sinta (9) Aini (9) Hedi (9) Fajri Yana (9) Aylen (9) dan Putra (9). Semuanya adalah siswa kelas III SD yang disinyalir keracunan usai mengkonsumsi jajanan martabak telur dan susu real good.

Kepala UPT Puskesmas Way Sulan dr. Supriyanto mengatakan, seluruh siswa sudah ditangani oleh petugas medis. Dugaan sementara, kata dia, keracunan dari dua jenis makanan yang dijual di sekitar sekolah.

“Indikasinya keracunan martabak telur dan susu real good yang diduga kadaluwarsa. Tapi untuk memastikannya kami akan menyerahkan sample ke laboratorium Dinkes Lamsel terlebih dahulu,” kata dr. Supri panggilan akrab Supriyanto kemarin.

BACA :  Nanang Promosikan UMKM Kolase ke Direktur Utama ASDP

Usai mendapat penanganan intensif lanjutnya, seluruh siswa yang mual dan muntah-muntah tidak dirawat di Puskesmas. “Sudah dibawa pulang keluarganya masing-masing, seluruhnya warga Karang Pucung,” ucapnya.

Guna memastikan penyebab utama yang membahayakan kondisi siswa, pihaknya masih akan menunggu hasil uji lab. Jika benar jajanan tersebut sudah kadaluwarsa ataupun mengandung zat yang dapat membahayakan siswa, maka tindakan lanjutan akan dilakukan sebagai antisipasi bagi kesehatan siswa.

“Mungkin Kamis (hari ini ‘red) hasil ujinya sudah keluar, bisa kami pastikan penyebab utamanya. Juga akan diberi pengarahan kepada para penjual jajanan disekolah itu,” imbuhnya.

BACA :  Lamsel Bersatu Dukung Soca LIDA

Sementara Kepala Sekolah SDN 1 Karang Pucung Senen mengaku tidak mendapat laporan dari guru wali kelas siswa-siswi itu. “Belum tahu juga mas, kayaknya nggak ada. G.urunya juga belum ada yang melapor,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Lamsel melalui sambungan telepon.

Terpisah Kepala UPT Pendidikan Way Sulan Hanafi amat menyayangkan kejadian yang membahayakan kesehatan siswa. Dia menyarankan untuk para guru agar lebih disiplin terhadap lingkungan sekolah termasuk jajanan yang beredar disekolah.

“Saya juga beru dengar ini kalau ada siswa keracunan, kedepan kami harap guru lebih selektif pada jajanan yang beredar disekitar sekolah. Minimal memperhatikan higienitas jajanan,” tambahnya. (ver)

BAGIKAN