Kerusakan Fasilitas Umum Yang Terdampak Pembangunan JTTS

408
Ilustrasi Foto

PENENGAHAN – Pendataan fasilitas umum yang rusak akibat dampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kecamatan Penengahan mulai didata. Hasil pendataan menunjukkan ada delapan desa yang terdampak pembangunan megaproyek nasional tersebut, diantaranya Desa Kekiling, Kuripan, Pasuruan, Kelaten, Banjarmasin, dan Sukabaru.

          Sementara itu, Desa Tetaan dan Penengahan belum masuk dalam pendataan perbaikan karena masih menunggu giliran. Camat Penengahan, M. Yusuf, S.STP mengatakan pendataan tersebut untuk melihat dampak jalan yang dilalui proyek tol. Menurut Yusuf, jalan yang rusak akan diperbaiki, kemudian untuk siring atau drainase yang tidak bagus, serta box yang tergenang air juga akan diperbaiki.

          Yusuf mengatakan beberapa fasilitas umum tersebut baru masuk pendataan di enam desa. Untuk Desa Tetaan dan Penengahan masih menunggu giliran. Yusuf mengatakan kerusakan fasilitas di dua desa itu akan dimasukkan setelah pendataan di Kecamatan Kalianda rampung.

BACA :  Bocah Pengidap Ginjal Bocor Disambangi Forkopimcam

          “Kan giliran, ada Bakauheni, ada Kalianda. Setelah di sana selsai, Desa Tetaan dan Penengahan akan kami data bersama pihak pelaksana proyek tol,” kata Yusuf kepada Radar Lamsel, Senin (5/1) lalu.

          Lebih jauh, Yusuf mengatakan perbaikan fasilitas yang terdampak pembangunan jalan tol akan mulai direalisasikan pada akhir Februari ini. Paling lambat, perbaikan dilaksanakan pada awal Maret mendatang.

“Perbaikan jalan, drainase, talud, dan gorong-gorong. Mereka (pelaksana tol) bilang realisasi pada akhir bulan (Februari), paling lambat awal Maret,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengujian Konstruksi Bangunan (UPT PKB) Penengahan – Bakauheni, Budi Santoso, menambahkan kerusakan fasilitas jalan akibat dampak pembangunan jalan tol memiliki total panjang hampir 6 kilometer.

BACA :  PPAH Jadi Wadah Petani

“Total panjang jalan ini terbagi lima wilayah, Desa Kekiling 1 kilometer, Kuripan 1 kilometer, Pasuruan pasuruan 1,5 kilometer, Kelaten 1 kilometer, dan Banjarmasin 1 kilometer. Ini untuk jalan, nanti ada perbaikan ggorong-gorong dan lain-lain,” katanya.

Di sisi lain, Camat Kalianda, Erdiyansyah, S.H.,M.H mengatakan bahwa kerusakan fasilitas umum akibat dampak pembagunan tol juga sudah didata. Menurut dia, ada sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan di jalan Desa Taman Agung, drainase di Desa munjuk, kemudian flyover di Desa Agom yang perlu dibuat drainase.

“Drainase exit tol Canggu – Hara Banjarmanis juga perlu dibuat. Ada perbaikan jalan ruas Way Lubuk – Sukatani, terusan jalan TPA Bogol – Simpang Gontor, dan perbaikan jalan Negeri Pandan dan Palembapang,” katanya. (rnd)