Kerusakan LPJU Diusulkan ke Hubdat

42
ILUSTRASI

KALIANDA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Mulyadi Saleh, angkat bicara ihwal banyaknya LPJU di Jalinsum yang mati. Mulyadi mengatakan, banyaknya LPJU yang mati tersebut disebabkan dua hal. Pertama memang rusak, kedua karena alatnya banyak yang hilang.

“Yang hilang itu lampu solar cell (tenaga surya) di Jalinsum punya Balai Perhubungan Darat,” katanya kepada Radar Lamsel, Senin (14/9/2020).

Mulyadi mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti LPJU yang mati. Di dalam grup Dinas Perhubungan se-provinsi Lampung, kaya Mulyadi, pihaknya telah memasukkan koordinasi dengan instansi lain. Termasuk masalah lampu penerangan jalan. Meskipun sampai saat ini belum ada realisasinya.

BACA :  Kunjir Diproyeksi jadi Desa Maritim

“Jadi kita menunggu. Kita usulkan agar lampu penerangan jalan solar cell yang rusak untuk diperbaiki,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lampu penerang jalan umum (LPJU) di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) banyak yang mati. Pantauan Radar Lamsel, Minggu (13/9/2020), LPJU yang mati mulai terlihat dari simpang Fajar hingga pertigaan jalan di depan Pengadilan Agama (PA) Lampung Selatan.

BACA :  Implementasikan Sikap Bela Negara Jaga NKRI

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, LPJU tersebut tidak menerangi beberapa lokasi yang rawan terjadi kecelakaan. Misalnya di simpang Fajar, dan di depan gedung Graha Pena Lamsel. Beberapa pengendara menyayangkan banyaknya LPJU yang mati. Mereka meminta dinas dan instansi terkait harus segera mengambil langkah. Entah itu perbaikan, atau penggantian jika ada alat yang rusak.

“Utamanya, pihak yang menaungi masalah LPJU harus peka dengan keadaan. Jangan sampai itu menimbulkan peristiwa yang tidak diinginkan,” kata Tama (27). (rnd)