Ketua RT Sukaraja Tuntut Kejelasan Insentif

67
Puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Sukaraja mendatangi balai desa setempat meminta kejelasan insentif yang belum di bayarkan selama sekitar 6 bulan oleh pemerintah desa setempat.
GEDONGTATAAN – Puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan melakukan unjuk rasa di balai Desa Sukaraja pada Selasa (02/6) terkait belum disalurkannya insentif para Ketua RT tersebut selama kurang lebih 6 bulan.
Ketua RT Perumahan Sukaraja Indah, Dusun 4, Desa Sukaraja, Mukhlis mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan untuk meminta kejelasan dan transparasi terkait belum dibayarnya insentif puluhan ketua RT selama 6 bulan oleh pihak Pemerintah Desa Sukaraja.
“Kami minta transparasi dan kejelasan untuk 6 bulan insentif yang merupakan hak kami agar bisa dibayarkan. Jadi jangan ada simpangan perkataan bahwa kadus di gaji duluan tetapi gaji kami sebagai RT di tunda. Jangan seperti itu, karena kami juga adalah ujung tombak pemerintah desa yang berhadapan langsung dengan masyarakat di bawah,” ungkap Mukhlis.
Sementara itu, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Sukaraja, Firmansyah mengatakan, kurangnya koordinasi dan transparasi dengan BPD dalam administrasi menjadikan kelalaian pihak desa atas keterlambatan administrasi di Desa Sukaraja yang berdampak terhadap terlambatnya pembayaran insentif puluhan Ketua RT di Desa Sukaraja.
“Kalau uang ini terlambat pasti ada masalah, setelah kami telusuri dan menganalisa, kurangnya koordinasi dan kurang mampunya pihak desa terkait teknis menghadapi permasalahan yang ada. Sehingga semua manjadi terhambat yang mengakibatkan keterlambatan administrasi yang berdampak ke insentif RT. Karena secara kasat mata Pemda tidak mungkin menahan uang ini, pasti ada administrasi yang belum di lengkapi,” ucapnya.
Dilain pihak, Kepala Desa Sukaraja, Dimas Malfinas mengatakan, belum dibayarnya insentif Ketua RT disebabkan oleh keterlambatan administrasi dan pelaporan oleh pihak Desa Sukaraja karena banyaknya perubahan mulai dari APBDes, Permendes dan PMK.
“Telah disepakati bahwa alokasi anggaran dana desa ataupun dana desa yang lebih dulu keluar, maka itu yang akan diutamakan untuk membayar insentif RT, dan saya tetap evaluasi bagaimana semua ini bisa berjalan dan kalau ada kinerja yang tidak baik akan kita rubah kedepannya,” pungkasnya. (eggy/esn)
BACA :  Pemkab Pesawaran Salurkan 2.416 Paket Sembako Kepada Pelaku UMKM