Komoditi Getah Karet Tak Kunjung Naik

115
Ilustrasi Berita

NATAR – Harga komoditi getah karet hingga saat ini tak kunjung naik, petani karetpun mulai kebingungan sebab jika beralih ke tanaman lain mereka terkendala modal.

Seperti diakui Edi Susanto (51) warga Desa Rejosari mengaku kebingungan dengan harga karet yang hanya mencapai Rp 6.000 perkilogramnya. “Harganya tidak pernah lagi sampai Rp 10 ribu, kami sebetulnya tidak dapat apa-apa sekali panen karet,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (28/10).

BACA :  Banyak Lansia Tersingkir dari BPNT

Ia berharap ada perbaikan harga yang diperjuangkan pemerintah untuk komiditi karet tersebut. “Ya kondisi ini sudah bertahun-tahun kami rasakan, petani karet ya sekarang melarat,” tuturnya.

Rendahnya harga karet memang tidak hanya dialami petani di Kecamatan Natar melainkan merata seluruh Indonesia, hal itu juga disampaikan pengepul karet di Desa Negara Ratu Herman (45) yang mengaku kesulitan mencari getah karet. “Sekarang ini petani juga tidak mau menjual karetnya, mereka banyak yang prustasi jadu dibiarkan kebunnya,” kata dia.

BACA :  E-Warung di Natar Pilih 2 Suplier Program Sembako

Ia memastikan rendahnya harga karet bukanlah ulah pengepul melainkan dari pabrik sendiri yang memberi standar harga rendah. “Tidak ada urusan pengepul, kami cuma ambil untung Rp 1.000 sampai Rp 2.000 perkilonya,” terangnya. (Kms)