KONI dan IMI Lamsel Gelar Event Balap Motorprix

483

KALIANDA – Komite Olah Raga Nasional Indonesia ( KONI) Lamsel bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung Selatan akan menggelar kejuaraan daerah (kejurda) balap motorprix final 2018 pada awal Desember mendatang.

Rencananya, ajang balap yang dihelat di sirkuit Pemda Lampung Selatan digelar pada 1 – 2 Desember itu akan mempertandingkan beberapa kelas, yaitu pemula dan standar pemula. Rinciannya, kelas bebek 4 tak TU 150 cc Injeksi Seeded (Mp1), bebek 4 tak TI 125 cc injeksi Seeded (Mp2).

Kelas pemula bebek 4 tak TU 150 cc Pemula A (Mp3), bebek 4 tak TU 125 cc Pemula A (Mp4). Kemudian kelas standar pemula, bebek STD 150 cc Pemula B (Mp5), bebek STD 125 cc Pemula B (Mp6) dan kelas sport 2 T 140 cc.

BACA :  ODP Mayoritas Perantau

Ketua KONI Lamsel H. Rudi Apriadi mengatakan, digelarnya kejurda motorprix tersebut bertujuan untuk membangkitkan gairah balap di Kabupaten Lampung Selatan. Menurut Rudi, ajang tersebut juga sebagai sarana mengisi dahaga para pebalap yang sudah haus akan event balap.

“Sudah lama tidak ada kejuaraan, jadi ini untuk membangkitkan gairah mereka. Supaya balapan di Lamsel menggeliat lagi,” kata Rudi kepada Radar Lamsel, Kamis (25/10).

Rudi mengatakan, motorprix final akan diikuti para pelabap dari seluruh Lampung. Menurut dia, hal ini akan bagus untuk melihat seberapa ketat persaingan para pebalap lokal dan luar. Pasalnya, ajang motorprix final itu akan dijadikan sebagai uji coba pra PON (pekan olahraga nasional) ke-20 di Papua pada 2020 mendatang.

BACA :  Fraksi PKS Serahkan APD Buat Tenaga Medis Bob Bazar

“Kejuaraan motorprix untuk memberikan motivasi bagi pembalap Lamsel, agar lebih bisa bersaing dengan pembalap pembalap dari luar daerah. Saya harap event ini bisa menghasilkan pebalap-pebalap berbakat yang akan dibina dalam uji coba pra PON di Papua,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris IMI Lamsel Waris Afandi mengatakan bahwa motorprix memang akan mengadakan beberapa kelas kejuaraan bagi pebalap. Bahkan, kata dia, besar kemungkinan kelas yang sudah direncakan akan ditambah oleh pihak penyelenggara.

“Itu rencana yang kita gelar, tetapi ada beberapa tambahan  kelas lagi. Kami masih menunggu keputusan regulasi dari provinsi dan pusat beberapa hari kedepan ini. Untuk pastinya minggu depan sudah ada semua kelas yang akan digelar,” katanya. (rnd)