KONI Targetkan 72 Medali Emas

564
Iwan J Sastra - Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengukuhkan kontingen Lampung Selatan yang akan berangkat menghadapi pertandingan pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung pada 27 November mendatang. Pengukuhan tersebut dilakukan di Lapangan Tenis Indoor Kalianda, Rabu (22/11) kemarin.

KALIANDA – Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengukuhkan kontingen Lampung Selatan yang akan berangkat menghadapi pertandingan pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung pada 27 November mendatang.

Acara pengukuhan itu berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kalianda yang dihadiri jajaran pengurus KONI Lamsel, serta sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan, Rabu (22/11) kemarin.

Dalam sambutannya Nanang menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berterima kasih kepada KONI Lamsel yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan kontingen Lamsel meski keterbatasan fasilitas dan anggaran yang tersedia saat ini.

“Dengan keikutsertaan Lamsel pada Porprov VIII-2017 ini, saya berharap para atlet dapat bertanding dengan semangat juang yang tinggi. Semoga bisa mendulang prestasi yang terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan dengan menjunjung sportivitas, sehingga Lampung Selatan bisa kembali mempertahankan juara yang pernah diraih pada gelaran Porprov pada tahun sebelumnya,” ujar Nanang Ermanto.

Diungkapkannya, pemerintah daerah tentunya akan berupaya memberikan reward kepada atlet yang berhasil meraih juara pada gelaran Porprov di tahun ini. “Reward pasti akan kita berikan kepada para atlet yang berhasil meraih juara. Kalaupun Pemkab tidak memiliki anggaran untuk memberikan reward tersebut, pastinya tetap akan diupayakan, bila perlu kita sokongan untuk memberikan reward kepada para atlet Lamsel,” ungkapnya.

BACA :  Bidan Desa kok Arahkan Bumil ke RS Swasta

Nanang pun berpesan, agar kiranya KONI Lamsel bersama masing-masing pengcab untuk dapat terus membina para atlet Lampung Selatan. Menurutnya, para atlet yang diikutsertkan dalam Porprov merupakan aset milik Kabupaten Lampung Selatan.

“Pembinaan harus terus diberikan kepada para atlet. Supaya atlet-atlet olahraga yang sudah kita miliki sekarang ini bisa terus menorehkan prestasinya untuk Lamsel, baik dalam even tingkat daerah maupun Nasional,” harapnya.

Sementara itu Ketua KONI Lamsel Drs. H. Edy Firnandi, M.Si menjelaskan, kontingen olahraga Lampung Selatan menargetkan meraih 72 medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Tahun 2017. Target perolehan 72 medali emas itu merupakan hasil komitmen dari 17 cabor yang menyatakan kesiapannya bertarung dalam even pertandingan olahraga tertinggi tingkat provinsi tersebut.

“Cabor yang bakal diikutsertakan dalam Porprov VIII ini antara lain adalah cabor renang, gulat, pencak silat, panahan, tae kwon do, atletik, bola voli, tinju, bulu tangkis, catur, kempo, tenis meja, judo, bright, karate, panjat tebing dan wushu,” pungkasnya.

PBVSI Lamsel Tak Ikut Sertakan Shelva dan Shelvi

Disisi lain, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Lamsel memastikan Shelva dan Shelvi tidak masuk dalam teamlist yang diikutsertakan diajang Porprov Lampung.

BACA :  13 PAC Muslimat NU Lamsel Disumpah

Ketua Harian PBVSI Lamsel Taufik, S.Pd menjelaskan mengapa pihaknya tidak mengikutsertakan keduanya. Menurut Taufik keduanya idak memiliki sikap disiplin dan dianggap mengecewakan official PBVSI Lamsel.

“Karena awalnya sudah ikut seleksi dan pra-training center di Lamsel, kemudian hengkang ke PBVSI Metro tanpa izin. Dari sini, kami berpendapat masalah mental mereka yang sudah tidak bagus,” kata Taufik saat ditemui Radar Lamsel usai menggelar pelatihan di GOR Way Handak, kemarin.

Taufik juga mengungkapkan alasan lain mengenai tidak dipanggilnya kedua atlet tersebut. Yakni, surat pemanggilan yang dikirimkan oleh PBVSI Lamsel tidak ditanggapi oleh keduanya. “Begitu pula dengan Pengkot PBVSI Metro, mereka juga tidak menanggapi. Kalau dari PB (panitia besar’red) mendukung langkah kami, bahkan mereka mengingatkan Shelva dan Shelvi untuk ikut kita (PBVSI Lamsel),” ujarnya.

PBVSI Lamsel, lanjut Taufik, sudah membuat sikap atas kedua pemain itu. Taufik menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah memanggil keduanya untuk ikut serta membawa nama Kabupaten Lamsel dalam ajang apapun. “Kami sudah tegaskan demikian, kami juga sudah tidak mau ambil pusing keduanya mau ikut tim manapun, karena mereka yang membuat keputusan itu,” tegasnya. (iwn/rnd)

BAGIKAN