KPM Program Sembako Dua Kali Kecewa

62
ILUSTRASI

SRAGI – Pencairan bantuan program sembako menjadi keluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Sragi. Sebab selama beberapa bulan terakhir KPM kerap tidak bisa mencairkan bantuan lantaran saldo rekening yang masih nol.

Tenaga Kerja Sosial (TKSK) Kecamatan Sragi,  Asep Deby mendata pada bulan Agustus ini setidaknya ada 52 KPM yang tidak bisa mencairkan bantuan.

Asep mengatakan, kendala pencairan bantuan program sembako ini juga pernah terjadi pada Juni lalu. Penyebabnya pun juga sama, KPM tidak bisa melakukan pencairan karena saldo rekening bantuan dalam keadaan kosong atau nol trupiah.

“Ini sudah yang kedua kalinya, Mas. Pada pencairan bulan Juni juga terjadi. KPM tak bisa mencairkan bantuan sembako karena rekeningnya masih nol rupiah,” ujar Asep memberikan keterangan kepada Radar Lamsel di Kantor Kecamatan Sragi, Kamis (13/8) kemarin.

BACA :  Pekarangan Dijadikan Tambak Udang

Asep menjelaskan 52 KPM yang belum bisa mencairkan bantuan berada di Desa Bakti Rasa 4 KPM, Kedaung 3 KPM, Mandalasari 1 KPM, Margajasa 7 KPM, dan terakhir Desa Bandar Agung sebanyak 42 KPM. Akibat kendala itu, KPM baru bisa mencairkan dibulan berikutnya.

“Data 52 KPM ini belum final. Karena lima desa lainnya belum menyetorkan data, biasanya  tanggal 20 mendatang data KMP terkumpul semua,” terangnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Lina (40) salah satu pemilik E warung Desa Bandar Agung. Dijelaskan, data KPM yang mengalami kendala pada pada bulan Juni lalu, memiliki data yang sama pada bulan Agustus ini.

BACA :  Jalan Rusak Hambatan Panen

“Iya di Bandar Agung, dari 350 KPM sudah ada 42 KPM yang tidak bisa melakukan pencairan. Sama seperti bulan Juni lalu, nama KPMnya pun sama,” ungkapnya.

Padahal, ditengah merosotnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19, bantuan dari Kementerian Sosial ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Banyak KPM yang mengeluh, KPM yang tak bisa mencairkan bantuan kebanyakan buruh tambak, keluarga tidak mampu. Saat pandemi ini bantuan sangat dibutuhkan. Tapi bantuannya tidak bisa dicairkan tepat waktu,”tuturnya. (vid)