Kuota Pupuk Subsidi Lampung Turun

33
ILUSTRASI

Alokasi pupuk subsidi pemberian pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak 185,166 ton.

 

 

Dimana alokasi pupuk subsidi tahun 2020 lalu sebanyak 728,873 ton, dan tahun ini sebanyak 543,707 ton. Itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi.

 

 

Menurutnya, penurunan alokasi pupuk subsidi tahun ini karena adanya pandemi Covid-19, membuat semua daerah mengalami penurunan. Namun, meski turun Lampung menjadi daerah nomor empat mendapat kuota terbanyak.

 

 

Untuk jumlah alokasi pupuk subsidi di daerah, seperti Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan alokasi 68,101 ton, Lampung Tengah 115,326 ton, Lampung Utara 49,390 ton, Lampung Barat 31,606 ton, Tulang Bawang 26,140 ton, Tanggamus 33,985 ton.

BACA :  Bupati Tebar 10 Ton Beras Untuk Yatim

 

 

Lalu, Kabupaten Lampung Timur 104,721 ton, Way Kanan 30,172 ton, Pesawaran 21,569 ton, Pringsewu 15,292 ton, Mesuji 17,896 ton, Tulangbawang Barat 16,710 ton, Pesisir Barat 10,136 ton, Kota Metro 2,282 ton, dan Bandarlampung sebanyak 380 ton.

 

 

“Pendistribusian pupuk subsidi kepada para petani sudah mulai sejak awal bulan lalu berdasar rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau E-RDKK yang diajukan oleh masing-masing Kabupaten/Kota,” ujarnya.

 

 

Untuk tahun ini pula menurut Kusnardi, tahun ini Kementerian Pertanian juga menaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk subsidi. Dimana tercatat pupuk urea naik Rp 450, harga lama Rp 180 ribu per kg dan harga baru menjadi Rp 2.250.

BACA :  LPJU Mati Mulai Diperbaiki

 

 

Kemudian pupuk ZA naik Rp 300, dari Rp 1.400 menjadi Rp 1.700, harga SP-36 naik Rp 400 dari sebelumnya Rp 2.000 dan sekarang menjadi Rp 2.400. Sementara pupuk NPK tetap Rp 2.300 dari tahun sebelumnya. Sedangkan pupuk organik naik Rp 300, dari sebelumnya Rp 500 menjadi Rp 800.

 

 

“Kenaikan harga pupuk biasanya dibarengi dengan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah. Dalam menyikapi ini Pemprov telah menyiapkan KUR dengan biaya murah untuk petani,” ucapnya. (rnn)