Lagi, Banjir Terjang Desa Sumur

138

Rendam Rumah Warga dan Rusak Infrastruktur

KETAPANG – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Ketapang khususnya Desa Sumur. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini mengakibatkan puluhan rumah terendam banjir, Senin sore (19/05/2020).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, banjir kedua kalinya ini membuat warga was-was akan terjadi banjir susulan.
Bencana banjir yang melanda disejumlah dusun di Desa Sumur ini mengakibatkan beberapa infrastruktur seperti jalan, jembatan dan talud rusak parah.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan aparatur desa setempat, banjir kedua ini merendam sekitar 70 rumah warga. Banjir kedua ini lebih sedikit dari banjir pertama yang mencapai 127 rumah tersebar disejumlah Dusun di Desa Sumur yang terjadi pada 4-5 Mei 2020.
Banjir kedua ini meski tidak separah pertama, namun membuat warga was-was. Mereka khawatir terjadi banjir susulan yang lebih besar dan merusak rumah warga dan fasilitas umum.”Banjir kemarin (Senin sore’red) tidak separah banjir pertama. Namun kami was-was takut terjadi banjir susulan yang lebih parah,” kata warga setempat.
Menurut warga, banjir terjadi begitu cepat karena air kiriman dari atas bukit atau gunung pancong. Selain itu, banjir juga disebabkan minimnya saluran pembuangan sehingga debit air meluap ke badan jalan dan masuk kerumah warga.
“Air kiriman dari atas gunung pancong yang begitu cepat karena gunung sudah gundul sehingga tidak ada pohon-pohon yang menahan debit air,” tutur warga.
Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya mengatakan, pihaknya sudah meninjau sejumlah titik banjir yang menggenangi rumah warga. Menurutnya, banjir tidak berlangsung lama merendam rumah warga. “Kami sudah cek rumah warga yang terendam banjir. Air tidak lama menggenangi rumah warga karena hanya air lewat dari atas gunung,” kata Nyoman Prima Wijaya.
Nyoman Sabri panggilan akrab, Kades Sumur ini menjelaskan, Desa Sumur sudah kedua kalinya dilanda banjir yang cukup besar pada bulan ini. Pada bencana banjir pertama dan kedua ini, lanjutnya, ada sekitar ratusan rumah warga terdampak banjir. “Namun tidak ada kerusakan yang terlalu parah akibat banjir tersebut. Hanya infrastruktur jalan, jembatan dan talud yang mengalami kerusakan,” terang Nyoman Sabri.
Terkait, bencana banjir yang merendam ratusan rumah dan merusak sejumlah infrastruktur, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke instansi terkait. “Sudah kami laporkan dampak banjir ini ke pemerintah dan instansi terkait,” ujarnya.(man)