Lagi, Lubang Bekas Galian Makan Korban

594

Dua Bocah Tewas, PT. PP Pastikan PT. LMA Tanggungjawab

PENENGAHAN – Lubang bekas galian tambang kembali memakan korban. Dua bocah Dusun Sidodadi, Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan meninggal dunia setelah tenggelam di lubang bekas galian tanah, Minggu (8/4) lalu. Diduga, dua bocah yang bernama Dewi Salindri (8) dan Liza Amanda Melani (9) itu meninggal setelah tenggelam dilubang yang berisi air dengan kedalaman 1,7 meter itu.

Menurut informasi dari warga setempat, sebelum tenggelam, kedua bocah itu sempat terlihat bermain disekitar lubang galian yang memang dekat dengan rumah mereka. “Sekitar jam 9.00 WIB, ada warga yang melihat mereka bermain disekitar situ (lubang galian’red),” kata Plt. Camat Penengahan M. Yusuf, S.STP kepada Radar Lamsel, Senin (9/4) kemarin.

Setelah beberapa jam tak menampakan diri, orang tua kedua bocah itu pun berinisiatif mencari keberadaannya. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, warga yang melewati bekas galian tanah itu menemukan pakaian keduanya.

Merasa ada yang janggal, warga pun langsung menuju lokasi bekas lubang galian itu. Benar saja, setelah lebih dekat, warga menemukan kedua korban mengapung tidak bernyawa di bekas galian tanah yang sudah tergenang air. “Kemudian warga mengeluarkan kedua korban dari genangan air tanah galian dan meminta bantuan warga sekitar,” katanya.

BACA :  Mulai Dibahas di Kementerian, Natar Masuk RDTR Perkotaan di Lamsel

Menurut keterangan warga setempat, kedua korban sebelumnya tidak pernah bermain di lokasi galian tanah itu. Dikarenakan kondisi hujan maka debit air meningkat, kuat dugaan salah satu korban turun terlebih dahulu dan tenggelam, sementara korban lainnya mencoba membantu menyelamatkan. “Karena tingginya air, maka keduanya menjadi korban,” kata Sudarto (48) warga setempat.

Jenazah kedua bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar itu pun di kebumikan Senin (9/4) kemarin. Orang tua Dewi Salindri, yaitu Wahyudin (34) dan Jatmiarti Munarsih (29), dan orang tua Liza Amanda Melani, yitu Shidiq Kamseno (37) dan Aswiyanti (31) harus menerima kenyataan pahit karena peristiwa pilu itu.

BACA :  Karangan Bunga Berujung Prasangka

Kepala  Desa Kelaten Joni Amsyah yang mewakili orang tua kedua bocah itu mengatakan sudah meminta PT. LMA selaku perusahaan yang menjadi pemasok tanah timbunan jalan tol untuk melakukan penimbunan dilokasi galian. Menurut Joni, penimbunan ini wajib dilakukan agar tak lagi memakan korban. “Kami juga meminta kepada PT. LMA agar membantu pihak korban dengan memberikan uang santunan yang layak dan mereka bersedia memenuhinya,” kata Joni.

Sementara itu, pihak PT. LMA belum bisa dikonfirmasi mengenai uang santunan dan masalah penimbunan yang sudah disampaikan oleh Pemerintah Desa Kelaten. Ketika dikonfirmasi, Pelaksana Lapangan PT. LMA Heri tak menjawab telepon dan tak membalas pesan yang dikirimkan Radar Lamsel.

Disisi lain, General Affair PT.PP Yus Yusuf, SK sudah menyampaikan persoalan mengenai uang santunan dan masalah penimbunan bekas lubang galian tanah itu. “Sudah saya tegaskan kepada pihak PT. LMA agar secepatnya memberikan bantuan uang santunan dan penimbunan akan segera dilakukan,” singkatnya. (rnd)

BAGIKAN