Lamsel Panen Pedet Sapi Brahman Cross Australia

485

54 Ekor Pedet Milik KPT MS Dilelang untuk Masyarakat

TANJUNGSARI – Sebanyak 54 ekor pedet (anak sapi) Brahman Cross Australia milik 38 kelompok peternak yang tergabung dalam Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera (KPT MS) dilelang untuk masyarakat luas di Desa Sidomukti, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, Kamis (15/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Konselor Pertanian di Kedutaan Besar Australia di Jakarta Mr. George Hughes, Perwakilan Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding (IACCB) Mr. Richard Slaney, Direktur Pembibitan Ternak Kementerian Pertanian RI Ir. Sugiono, Asisten Deputi Bidang Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi Ir. Devi Rimayanti, serta Kadis Peternakan dan Keswan Provinsi Lampung Desi Romas.

Sebanyak 54 ekor pedet tersebut merupakan bagian dari total 142 ekor pedet yang telah berhasil dibiakkan oleh KPT MS selama 18  bulan mengikuti program kerjasama Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding (IACCB) atau program pembiakan komersial Indonesia Australia yang bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi di Indonesia.

Selain 54 ekor yang dipasarkan untuk masyarakat luas, KPT MS juga menyelenggarakan lelang tertutup untuk menjual 33 ekor pedet kepada anggota koperasi. Sedangkan sisanya masih belum disapih dari induknya.

Sejak April 2017, KPT MS telah bergabung dalam program IACCB dan menerima 100 ekor sapi betina Brahman Cross (BX) dari Australia dan 5 ekor pejantan. Hingga November 2018, KPT MS telah menghasilkan 142 ekor pedet, dengan 87 ekor diantaranya telah melewati masa sapih usia kurang dari 6 bulan. Sedangkan jumlah induk betina saat ini adalah 98 ekor dan sapi jantan sebanyak 6 ekor.

BACA :  Kantor Camat Tanjungsari Disterilisasi

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Lamsel Drh. Arsyad menyatakan, potensi peternakan sapi di wilayah Lampung Selatan masih sangat besar karena di tunjang potensi sumber daya pakan yang luas dengan banyaknya limbah pertanian di Lampung Selatan.

“Panen pedet ini merupakan bukti bahwa peternak Lampung Selatan mampu memelihara sapi Australia Brahman Cross dengan baik. Kelembagaan peternak sapi di Lampung Selatan juga sudah sangat berkembang dan berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.

Kemampuan dan minat anggota KPT MS dan masyarakat sekitar di Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Tanjungbintang untuk memelihara sapi BX meningkat pesat. Program kerja sama ini telah membuktikan bahwa pemeliharaan sapi BX tidak sesulit yang dibayangkan dan tetap dapat menggunakan potensi lokal. Terbukti dari mampunya sapi indukan BX untuk bunting kedua dan bahkan ketiga kali dengan jarak kelahiran rata-rata 14 bulan.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan dan berbagai kemudahan maupun bantuan yang diberikan kepada daerah yang dipimpinnya. Sebagai penyangga pangan, wilayah Kabupaten Lamsel sangat dekat dengan pusat konsumen yakni Jakarta dan Jawa Barat.

BACA :  Desa Kertosari Tiadakan Kegiatan Massal

“Potensi yang sangat melimpah harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Karena populasi ternak sapi tahun 2017 sebanyak 113.153 ekor, sedangkan potensi pakan mampu menyediakan untuk 560.970 ekor ternak sehingga masih ada peluang yang besar untuk usaha peternakan sapi,” ujarnya.

Konselor Pertanian di Kedutaan Besar Australia di Jakarta George Hughes mengatakan, bahwa KPT MS telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dalam hal kemampuan pengelolaan sapi dan kelembagaan komersial.

“KPT MS telah melalui proses Commercial Viability Assessment (CVA) dan telah menunjukkan upaya yang baik dalam peningkatan produktivitas ternak, pengendalian biaya dan pengelolaan iklim usaha yang kondusif, setelah lebih dari 18 bulan bekerja sama dengan Program Pembiakan Sapi Komersial Indonesia Australia (IACCB).” imbuhnya.

Lebih lanjut, George juga menyatakan bahwa program IACCB yang beroperasi di bawah naungan Indonesia-Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector (Partnership) memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan investasi dari dalam dan luar negeri dalam bidang daging merah dan sapi, terutama untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

“Melalui Partnership, Australia berkomitmen untuk membantu Indonesia hingga tahun 2023 dengan dana bantuan sebesar total AUD$ 60 juta,” pungkas dia. (dms/rls).