Lamsel Raih Penghargaan APE Tahun 2020

8
ILUSTRASI

KALIANDA – Sebagian besar Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2020. Termasuk Kabupaten Lampung Selatan yang meraih kategori media bersama dengan sejumlah kabupaten kota lainnya.

Sedangkan provinsi ini berhasil mendapatkan penghargaan kategori utama. Gubernur Lampung menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara virtual, Rabu (13/10).

Penghargaan ini diberikan karena Lampung dianggap berhasil dalam mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam program dan kegiatannya. “Terimakasih atas penghargaan yang diberikan, ini dalam rangka kita membangun kesetaraan gender dan kesamaan hak,” ujar Arinal.

Menurutnya Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen terkait PUG. Hal ini juga terlihat dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang di pimpin perempuan.

 

Dengan begitu, harapan kedepannya Lampung tidak lagi menjadi peraih kategori  utama, namun juga bisa meraih kategori sebagi mentor dalam penerapan PUG. “Insyaallah tahun depan kita akan meraih mentor,” tambahnya.

BACA :  Gantikan Nanang, Musa Pimpin Apkasi

 

Dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan apresiasi ini diberikan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender didalam program dan kegiatannya.

 

 

“APE merupakan ukuran untuk melihat kemajuan pembangunan yang berorientasi pada pembangunan berkeadilan gender dan usaha-usaha melaksanakan strategi pengarusutamaan gender,” ujar Bintang.

 

 

Bintang menjelaskan penghargaan ini seharusnya diberikan di tahun 2020, namun karena kendala pandemi Covid-19 mengalami perubahan jadwal.

 

 

“Acara pemberian penghargaan APE ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan The 4th ASEAN Ministerial Meeting on Women (AMMW) dimana Indonesia menjadi tuan rumah,” katanya.

 

 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri mengatakan penilaian APE dilaksanakan di awal tahun 2020 lalu.

 

 

Ia menyebutkan ada beberapa faktor dalam penilaian APE seperti sisi perencanaan, penganggaran, evaluasi, termasuk proses Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

BACA :  Kualitas Buruk, Retensi Tak Cair!

“Karena melibatkan beberapa instansi seperti Bappeda, BPKAD, Inspektorat termasuk DPRD,” ujar Fitri.

 

 

Fitri mendorong agar semua sektor melakukan Gender Analysis Pathway (GAP) untuk mengetahui apakah terdapat kesenjangan terhadap gender.

 

 

“Seperti dari sisi tenaga kerja atau mereka yang sedang mencari pekerjaan, sehingga pada saat peningkatan kapasitas kompetensi tenaga kerja, harus dipertimbangkan juga bagaimana perempuan dan laki-laki, jangan sampai ada ketimpangan,” katanya.

 

Adapun provinsi Lampung mendapatkan ape kategori utama, sementara kategori media diperoleh Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Bandarlampung, dan Kota Metro. Sementara yang mendapatkan kategori Pratama ialah Tulangbawang, Waykanan, Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat Lampung Utara Pesisir Barat.

 

“Jumlah penerima APE ini meningkat drastis dari 2018, di mana, di Provinsi Lampung hanya enam daerah yang mendapat APE. Masih ada satu lagi yaitu Tulangbawang Barat, kita upayakan kedepannya bisa mendapatkan penghargaan APE juga,” lanjutnya. (rnn)