Lapor! Bantuan Itik dan Ayam Molor

108
ILUSTRASI

PALAS – Penyerahan bantuan itik dan ayam di wilayah Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi yang hingga saat ini belum terealisasi, mulai dipertanyakan oleh sejumlah kepala desa.

Pada awal tahun lalu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan menggelontorkan 110 ekor itik untuk 31 desa di wilayah Palas dan Sragi, serta 1.800 ekor ayam untuk wilayah Kecamatan Palas.

Bantuan itu seharusnya direalisasikan pada Maret lalu.  Namun karena terbentur pandemi Covid-19, penyerahan bantuan kelompok ternak non ruminansia itu tak kunjung direalisasikan.

Kepala Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Heri Susanto mengamini, bahwa bantuan itik untuk kelompok kelompok ternak tersebut belum juga terealisasi. Padahal, kata Heri, bantuan tersebut akan diserahkan pada Maret lalu.

BACA :  Angin Kencang Rusak Tiga Rumah

“Sampai sekarang bantuan itu juga belum diterima oleh kelompok ternak. Padahal proses persyaratannya sudah  sejak awal tahun, tapi bantuannya juga belum diterima oleh kelompok,” ujar Heri memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Jumat (24/7).

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Margajasa Alek Sansu. Alek mengungkapkan, di Desanya juga ada satu kelompok ternak yang mendapat bantuan kelompok non ruminansia itu.

Meski penyerahan bantuan pada Maret lalu dibatalkan. Namun setidaknya, kata Alek, dinas terkait dapat memberikan informasi kapan bantuan akan diserahkan.

“Iya di Margajasa juga dapat bantuan, tapi belum turun. Penyerahan bantuan tersebut juga sering ditanyakan oleh kelompok ternak, tapi saya enggak tahu kapan bantuannya turun,” ucapnya.

BACA :  Sebab Banjir, Ratusan Hektar Terlambat Tanam

Sementara itu Plt. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi, Iwan Ismunanto juga belum bisa dimintai keterangan. Hingga Minggu (26/7)  kemarin panggilan telepon Radar Lamsel juga belum mendapat jawaban.

Kasi Tata Usaha UPT Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi Wartono juga mengaku, belum mengetahui kapan bantuan itu akan diserahkan. Sebab Ia sendiri kerap mendapat pertanyaan dari kelompok tani yang menjadi sasaran bantuan tersebut.

“Jangan tanya ke saya, saya enggak tau kapan bantuan itu turun. Sekarang ini juga banyak kelompok ternak yang bertanya tapi enggak tahu, yang tahu kapan bantuannya turun itu kepala UPT,” pungkasnya. (vid)