Launching Kebun Jeruk, BPTP Siapkan Wisata Edukasi

63

Teks foto 1 : Kepala BPTP Lampung DR. Ir Wahyu Wibawa, MP saat menggunting pita pertanda dilaunchingnya kebun jeruk di lokasi TSP.

NATAR – Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Provinsi Lampung terus berupaya untuk menjadikan Taman Sains Pertanian (TSP) di Desa Negara Ratu sebagai salah satu wisata Agro Edu Tourism unggulan di Provinsi Lampung. Hal itu ditandai dengan dibukanya TSP untuk umum dan dilaunchingnya kebun jeruk dilokasi perkebunan tersebut.

Kepala BPTP Lampung DR. Ir Wahyu Wibawa, MP mengatakan diperkenalkannya hasil tani seperti jeruk di kebun percobaan itu merupakan bentuk dan upaya pihaknya untuk mengedukasi masyarakat. “Intinya kami ingin mengedukasi masyarakat, bahwa dataran rendah seperti ini ternyata bisa ditanami jeruk. Bahkan sampai lima jenis sekaligus,” ungkapnya disela melaunching kebun jeruk seluas 1,5 hektar tersebut.

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

Wahyu menambahkan, TSP memiliki lahan seluas 60 hektar yang akan dijadikan banyak percontohan, tidak hanya perkebunan juga perikanan serta peternakan. “Selain kami menanam jeruk, durian, kopi, lada, vanili, cabe jawa, karet dan berbagai jenis sayuran. Kami juga mencoba mengembangkan perikanan dan peternakan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, khusus untuk kebun jeruk memang pihaknya tidak langsung mensosialisasikan dengan masyarakat, namum setelah nanti berhasil baru akan dibuka untuk pelatihan bagi para calon petani jeruk. “Memang tidak langsung kami sosialisasikan karena masih banyak yang harus diperbaiki, misalnya hasil jeruk ini kurang manis dan kurang besar maka akan dicari formulasinya,” terang dia.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Doktor ilmu pertanian itu berharap 60 hektar lahan perkebunan itu akan dimanfaatkan untuk semua komoditi. “Intinya TSP ini tujuannya untuk pengkajian, koleksi dan wisata berbasi edukasi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala TSP Negara Ratu, Natar Edwin Herdiansyah menjelaskan untuk kebun jeruk. kedepan akan diperluas lagi lahan tanamnya. “Saat ini sudah ada lima jenis jeruk yang ditaman seperti keprok tejakula, keprok borneo prima, keprok madura, siam pontianak dan siam banjar,” urainya.

Disamping itu Camat Natar Eko Irawan mengaku sangat berharap TSP benar-benar bisa memberi manfaat bagi para petani dan peternak khususnya dalam mengedukasi. “Saya yakin TSP ini bisa menjalankan perannya sebagai kebun percobaan yang mengedukasi,” pungkasnya. (Kms)