Libur Berlayar Karena Cuaca Buruk

29
Randi Pratama – Sejumlah perahu yang ditambatkan nelayan di dermaga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Foto dibidik Senin (13/1/2020).

RAJABASA – Prediksi BMKG mengenai cuaca ekstrem di wilayah pesisir benar terjadi. Angin kencang dan gelombang yang cukup besar terlihat di perairan pesisir Kecamatan Rajabasa. Kondisi ini membuat puluhan nelayan dan masyarakat yang berprofesi di bidang transportasi pelayaran perahu di wilayah itu meliburkan diri. Hal ini juga ditandai oleh banyaknya perahu-perahu yang ditambatkan di dermaga.

“Iya, kebanyakan libur. Angin kencang, ombaknya juga besar,” kata Rudi (28) kepada Radar Lamsel, Senin (13/1/2020).

Pria yang menggeluti bidang transportasi jasa pelayaran kapal ini mengakui jika usaha yang bersentuhan dengan perairan benar-benar macet. Sebab, mereka tak bisa berbuat apa-apa karena cuaca yang sangat tidak bersahabat. “Sementara ini mengangggur dulu,” katanya.

BACA :  CTP Sentuh 103 Korban Tsunami

Pantauan Radar Lamsel, banyak perahu nelayan yang ditambatkan di sekitar pantai Desa Kunjir. Ini menjadi bukti jika nelayan di desa ini memang meliburkan diri. Nelayan di desa ini melirik mata pencaharian baru karena sudah melhat prediksi bakal terjadi cuaca seperti ini.

“Setiap awal tahun pasti begini (cuacanya) karena bertepatan dengan musim hujan. Tapi kami sudah beradaptasi, dan memiliki rencana sebelum cuaca buruk melanda,” kata Agus (44), nelayan Desa Kunjir.

Angin kencang dan gelombang besar membuat aktivitas pelayaran di wilayah periaran Kecamatan Rajabasa benar-benar lumpuh. Agus lebih memilih beristirahat dan meluangkan waktu untuk memperbaiki perahunya. Di sisi lain, Ia sudah mempersiapkan diri selama menghadapi cuaca seperti ini.

BACA :  LPA Tunggu Pemeriksaan Psikolog

“Dari awal memang cari target (ikan) buat stok. Sementara andalannya ya jualan. Toh, melaut juga percuma, bahaya,” katanya.

Jika memiliki keberanian, kata Agus, nelayan atau pengusaha transportasi kapal bisa saja melakukan aktivitasnya. Tetapi hal itu akan sia-sia. Sebab, hasilnya tak akan sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kalau kami sudah ada perhitungan, dapat apa enggak, kan gitu. Mungkin teman-teman yang lain juga berhitung, sesuai apa tidak dengan biayanya,” ujarnya. (rnd)

BAGIKAN