Lockdown Batal, Logistik Tetap Disuplai

33
Ist.Radarlamsel – Pemerintah Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragu memberikan bantuan kebutuhan sembako kepada masyarakat Dusun Kualajaya, yang akan menjalani isolasi selama 14 hari kedepan, Sabtu (12/9).

SRAGI – Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi mempersempit lockdown di Dusun Kualajaya. Sebelumnya, dua hari setelah satu warga ditetapkan positif Covid-19 satu dusun di lockdown, namun saat ini hanya radius 15 rumah di isolasi.

Hal itu di utarakan oleh Ketua KSB Desa Bandar Agung, Iskandar.  Dimana sebelumnya pihaknya memberlakukan lockdown untuk seluruh masyarakat Dusun Kualajaya, namun kini lockdown hanya dilingkungan rumah pasien Covid-19.

“Iya sudah dua hari ini mulai kita persempit. Sembelumnya seluruh warga diimbau tidak melakukan aktivitas diluar rumah, namun sekarang hanya 15 rumah atau keluarga disekitar rumah pasien yang dilockdown atau diisolasi,” ujar Iskandar memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Minggu (13/9) kemarin.

BACA :  White Syndrome Melanda Petambak Merugi

Iskandar menjelaskan, penyempitan wilayah lockdown ini dilakukan agar tidak berdampak kepada seluruh masyarakat Dusun Kualajaya. Serta tidak mengganggu aktivitas perekonomian  masyarakat setemapat.

“Ini juga keinginan warga, sebab aktivitas mereka tidak mau terganggu karena lockdown  ini. Mereka tetap ingin beraktvitas di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” terangnya.

Meski begitu, sambung Iskandar, sampai dengan saat ini KSB tetap melakukan penjagaan di akses pintu masuk Dusun Kualajaya. Warga juga belum dibebaskan untuk keluar masuk-dusun dengan leluasas.

“Pintu masuk dusun juga masih kita jaga, warga juga belum di leluasa untuk keluar-masuk. Kecuali ada pekerjaan, seperti mengantar ikan,” ungkapnya.

BACA :  Hilang Kendali, Mobil Patwal Tabrak Dua Motor

Iskandar juga mengungkapkan, Pemerintah Desa Bandar Agung  juga sudah memberikan bantuan sembako kepada 15 keluarga yang telah dilockdown atau menjalani isolasi itu

“15 keluarga ini belum diizinkan untuk keluar rumah. Desa memberikan bantuan sembako, khusu ibu hamil dan yang memilik balita juga diberikan bantuan susu,” ungkapnya.

Sementara itu untuk rapid test atau tes cepat untuk sembilan orang yang telah kontak langsung hingga kini kapan akan dilaksanakan..

” Kalau untuk rapid kami belum tahu kapan akan dilakasanakan. Kami belum dapat kabar dari Dinas Kesehatan,”pungkasnya. (vid)