Lokasi Huntara di Hantui Banjir

277
Randi Pratama - Beginilah kondisi huntara pasca banjir pada Minggu (21/4) lalu. Sampai Senin (22/4) kemarin, ada 5 unit huntara yang digenangi air setinggi mata kaki orang dewasa. Foto dibidik kemarin.

Warga Minta Solusi Pemerintah

RAJABASA – Puluhan unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di Kecamatan Rajabasa diterjang banjir pada Minggu (22/4) lalu. Sedikitinya ada 17 unit huntara di Desa Kunjir yang terdampak. Sampai pukul 15.44 WIB, Senin (22/4) kemarin, ada 5 huntara di desa itu masih digenangi air. Tinggi airnya pun cukup lumayan, mencapai mata kaki orang dewasa.

          Banjir yang menerjang huntara di desa itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, air masuk melalui atap yang bocor. Selanjutnya, air hujan di huntara melalui celah-celah karena tak mampu menampung debit air hujan. Kemudian minimnya keberadaan drainase di sekitar lokasi huntara.

Akibatnya, warga di huntara harus rela menjemur kasur dan pakaian yang terkena air hujan. Warga menilai faktor yang menyebabkan banjir di huntara harus segera disikapi oleh pemerintah Kecamatan Rajabasa dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Warga berharap pemerintah bisa cepat mengatasi sejumlah masalah tersebut.

“Itu masalahnya, masuk dari depan, Mas. Airnya enggak ketampung lagi, kan hujannya seharian,” kata Masjanah (31) kepada Radar Lamsel.

Menurut sebagian warga yang tinggal di huntara, air yang menggenangi huntara hanya terjadi ketika hujan deras. “Kalau gerimis enggak, tapi kalau hujan deras baru banjir,” Armala (37), warga lainnya.

Informasinya, banjir di lokasi huntara Desa Kunjir sudah terjadi empat kali. Banjir yang terjadi pada Minggu (21/4) lalu, merupakan salah satu yang paling parah setelah banjir sebelumnya. Banjir kali ini tak cukup parah karena sebagain lokasi huntara sudah memiliki drainase.

“Yang sebelum ini paling parah, soalnya waktu itu belum ada drainase. Kalau sekarang udah mendingan, meski air masih menggenang sampai siang ini (kemarin’red),” kata Sarmin (44).

Sarmin mengatakan bahwa warga di huntara sebelumnya pernah mengadukan masalah banjir ini kepada Pemerintah Kecaman Rajabasa. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan. “Kalau masalah ngadu, sudah banyak ngadu. Tapi ya itu, belum ada tanggapan,” ucapnya.

Dikonfirmasi, Camat Rajabasa Sabtudin, mengamini jika banjir di huntara ditengarai oleh minimnya drainase di lokasi itu. Sabtudin melanjutkan, banjir juga menimpa huntara di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Penyebab banjir di lokasi ini juga terjadi karena persoalan yang serupa.

          “Memang minim drainase, karena itulah debit air yang sudah tertampung halaman depan huntara terhenti di situ saja. Semakin lama debit air semakin naik, kalau tidak dikurangi maka akan masuk ke dalam hunian,” katanya.

          Pemerintah Kecamatan Rajabasa, lanjut Sabtudin, sudah memiliki rencana untuk mengatasi permasalah drainase tersebut. Caranya dengan mengajukan pengadaan drainase di lokasi huntara yang rentan terkena terjangan banjir kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

          “Kami sudah inisiatif, nanti kami ajukan ke PU supaya lokasi huntara dibuatkan drainase. Mudah-mudahan dengan begitu masalah banjir setiap hujan deras bisa segera teratasi,” katanya. (rnd)

Berikut liputan Saburai TV: