Longsoran Tol STA 54 Ancam Penduduk

116
Shofyan Apriyansyah – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Waysulan, menujukan penahan badan jalan Tol yang berada di Desa mereka longsor, akibat tergerus air hujan, Rabu (8/1).

WAYSULAN – Penahan badan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Stationing (STA) 54 di Desa Sumberagung, Kecamatan Way Sulan, longsor tergerus hujan, Rabu (8/1).

Reruntuhan longsoran itu mengakibatkan akses dua desa tertutup. Warga sekitar menjelaskan bagian yang lonsor tersebut lantaran tidak dipondasi. Ini ditengarai menjadi pemicu longsor. Sialnya, disekitar JTTS STA 54 tersebut tidak terdapat pembuangan air yang memadai kendati JTTS tergolong mega proyek nasional.

Warga tak hanya terimbas longsoran saja, tidak adanya drainase atau pembuangan air menyebabkan genang air mengancam pemukiman yang berjarak hanya 20 meter dari lokasi STA 54.

Kepala Desa Sumberagung Ismail mengatakan diwilayah barat dan timur STA 54 itu merupakan dataran rendah. Sehingga keberadaan JTTS yang berada diatas menyebabkan air tak dapat tersalurkan dengan baik.

“ Akibatnya, ketika hujan deras ya penahan badan jalan Tol tidak kuat menahan derasnya gerusan air hujan. Sehingga, penahan badan jalan Tol yang sebagian tanah longsor. Kalau tidak segera disikapi bisa menimbulkan persoalan baru,” kata Ismail Kepada Radar Lamsel.

Lebih jauh ia mejelaskan, persoalan tersebut sudah menjadi keluhan warga tiga tahun terkahir semenjak berdirinya jalan Tol JTTS.  Dimana, akibat tidak adanya saluran pembuangan air menuju irigasi di lokasi jalan Tol di desanya tersebut, menjadi pemicu utamanya.

“ Karena tidak ada saluran pembuangan air di atas jalan tol menuju irigasi terdekat, ketika terjadi hujan deras, air hujan di atas jalan Tol kerap meluap sampai ke pemukiman warga dan mengenangi rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa,” jelasnya.

Persolan tersebut telah ia sampaikan kepada Uspika setempat. Ismail berharap laporannya dapat disikapi dan direspon oleh pihak terkait.

“ Kami, berharap adanya pembenahan segera oleh pihak terkait dengan membuat saluran air dilokasi Tol ini. Agar, pemandangan banjir yang kerap menggenangi rumah warga hingga ketinggian lutut orang dewasa tiga tahun belakangan ini bisa teratasi,” harapnya.    

Terpisah, Camat Waysulan Munir, SE mengatakan, terkait keluhan warga di Desa Sumberagung itu, pihaknya telah menyampaikan persolan tersebut kepada petugas di STA 54 yang merupakan jajaran dari PT. Waskita Karya.

“ Kami telah menyampaikan persoalan ini. kami juga meminta PT. Waskita Karya merespon masalah ini dengan solusi yang tepat. Sehingga persoalan tidak berlarut-larut,” ucapnya.

Ditanya desakan warga terhadap PT. Waskita Karya Ia menjawab, PT. Waskita Karya telah menyanggupi untuk melakukan pembenahan dilokasi.“ Mereka sudah komitmen setelah mendapat aduan masyarakat segera akan cek ke lokasi,” kata Munir.

Hasilnya seperti apa sambung Camat Waysulan itu, pihaknya belum bisa menarik kesimpulan. “ Namun yang jelas, masyarakat mendesak agar dibuatkanya penahan badan jalan agar tidak longsor dan meminta pihak PT. Waskita Karya membuat saluran pembuangan air dilokasi jalan tol itu,” beber dia.(CW2)