LPJU Padam, Ibu Kota Gelap

33
Ilustrasi

KALIANDA – Kerusakan lampu penerang jalan umum ( LPJU) di jalan protokol kecamatan Kalianda terus mendapat sorotan. Setelah masyarakat, kali ini sorotan tajam datang dari M. Akyas, anggota Komisi III DPRD Lamsel. Akyas mengamini jika kerusakan LPJU di ibu kota Lampung Selatan patut mendapat sorotan. Padahal, kata dia, seharusnya ibu kota menjadi contoh bagi wilayah lain.

Akyas pun blak-blakan. Menurut dia, bukan hanya lampu penerang di kecamatan Kalianda saja yang mati. Kondisi serupa juga terjadi di kecamatan lain. Misalnya di kecamatan Jatiagung, dan kecamatan Natar. Sebagai gerbang Sumatera di jalur udara, Akyas sangat menyayangkan banyaknya LPJU yang mati di sepanjang jalan menuju bandara Radin Inten II.

“Di Bakauheni juga sama. Bisa dibilang kalau Lampung Selatan gelap gulita,” ujarnya kepada Radar Lamsel, Minggu (20/9/2020).

BACA :  Petaka Patwal ’oleng’, Lima Luka-luka

Lebih lanjut, Akyas mengatakan bahwa sebagai perwakilan rakyat Kabupaten Lampung Selatan, pihaknya selalu berupaya mendorong dinas-dinas yang menjadi rekan kerja Komisi III agar melakukan pekerjaannya dengan baik. Begitu pula saat kritikan masalah lampu yang sempat disinggung ketika Komisi III hearing beberapa waktu lalu.

“Ini sebagai bentuk penekanan. Kami ingin kerusakan-kerusakan ini dibenahi. Cobalah buat kebijakan yang pro rakyat,” katanya.

Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda jika Disperkim bakal membenahi LPJU. Padahal, kondisi LPJU yang mati mulai dari gedung DPRD Lamsel hingga pertigaan hotel Kalianda kian memprihatinkan. Kondisi tersebut tak hanya mengurangi kecantikan wajah ibu kota, LPJU yang mati juga menjadi pemandangan buruk pada malam hari.

BACA :  Banyak Nelayan Tanpa Kapal

Minimnya penerangan menjadi pemicu utama lingkungan jalan menjadi gelap. Pantauan Radar Lamsel, dari 31 LPJU yang ada di sepanjang jalan protokol tersebut, 20 diantaranya mati total. Sedangkan ada 6 LPJU ada yang menyala sebelah, 5 lainnya menyala dengan utuh.

Kondisi tersebut terus mendapat sorotan dari masyarakat. Seharusnya, kecamatan kalianda yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Lampung Selatan bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain. Terutama dalam memenuhi standar fasilitas publik. Sedangkan yang terjadi sekarang malah sebaliknya.

Radar Lamsel berusaha menghubungi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lampung Selatan, Yani Munawarti, yang bersangkutan hanya menanyakan di mana lokasi LPJU yang padam tersebut. “Lokasinya di mana,” ucapnya. (rnd)