Marak Peracun Ikan, DKP Tak Bergeming

41
Kepala DKP Lamsel Meizar Malanesia

KALIANDA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Selatan bereaksi terkait maraknya kabar praktik meracun ikan di Sungai Sekampung, yang menyebabkan nelayan di Desa Kuala Sekampung Kecamatan Sragi sepi tangkapan.

Kepada Radar Lamsel, Kepala DKP Lamsel Meizar Malanesia tidak membenarkan praktik tersebut atas dalih apapun. Sebab kata dia meracun ikan berdampak pada kerusakan habitat dan regenerasi perikanan di wilayah tersebut.

“ Praktik itu tidak dibenarkan dari segi apapun. Karena yang namanya meracun bisa berdampak buruk terhadap ekosistem disana, tentu juga mengganggu produktifitas nelayan disana,” kata Meizar menanggapi.

Meizar pun tak bergeming alias tak diam saja kala mendengar kabar peracun ikan sedang marak. Ia mengaku akan menerjunkan tim DKP untuk mensosialisasikan bahaya dari aktivitas meracun ikan di Sungai Sekampung itu.

BACA :  Kader Golkar Warnai Pilkada Lamsel

“ Secepatnya kami akan turun, kalau tidak ada halangan kemungkinan Selasa (22/10) (Hari ini ‘red) tim akan terjun ke lokasi yang dimaksud. Karena ini sudah membahayakan nelayan juga,” kata dia.

Sementara Plt. Kepala DLHD Lamsel Feri Bastian mengatakan parktik peracunan ikan di wilayah itu bakal berdampak buruk terhadap ekosistem dan lingkungan.

“ Itu praktik yang berdampak terhadap lingkungan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah Sungai Sekampung itu kan menjadi pembatas dua kabupaten, Lamsel dan Lamtim. Penanganannya kalau sudah begitu bisa ditangani provinsi namun tetap laporan yang ditujukan ke provinsi bisa kita sampaikan,” kata Feri Bastian.

Diberitakan sebelumnya, Kabar maraknya aktivitas meracun ikan di Sungai Sekampung kembali mencuat. Akibatnya selama satu bulan terakhir nelayan Desa Kuala Sekampung sepi tangkapan.

BACA :  PGRI Lamsel Solid di Konkernas PB PGRI

          Informasinya, aktivitas meracun ikan tersebut terjadi di hulu Sungai Way Sekampung, namun berdampak hingga wilayah tangkap nelayan Desa Kuala Sekampung.

          Salah satu nelayan setempat Ahmad Basri (72) mengamini, penangkapan ikan dengan menggunakan racun kembali marak sejak dua bulan terakhir.        

“Sudah satu bulan ini nelayan tidak turun ke sungai, Mas. Kalau di Desa Kuala Sekampung ini tidak ada yang meracun ikan. Namun yang banyak terjadi di hulu sungai, di perbatasan Lampung timur. Tapi paparan racunya sampai sini,” kata Ahmad kepada Radar Lamsel, Kamis (17/10). (ver)

BAGIKAN