Margodadi Realisasikan APBDes Sesuai Perencanaan

35
Foto Kades

JATI AGUNG – Pembangunan di Desa Margodadi terus berlanjut, Dibawah kepemimpinan Sutrimo sebagai Kepala Desa. Margodadi menjadi salah satu desa yang hampir 100 persen selesai dengan urusan jalan lingkungan.

Tahun 2019 kali ini, Desa Margodadi telah menyelesaikan sedikitnya 450 meter jalan paving block, 700 meter Talud Penahan Tanah dan pembangunan jalan Onderlagh.

Kades Margodadi Sutrimo mengatakan, pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk meningkatkan infrastruktur dasar sudah sangat baik, apalagi akses jalan lingkungan hampir selesai diperbaiki dan dibangun. “Kami selalu mengedepankan pembangunan yang baik dan benar, supaya hasilnya juga baik dan benar sehingga DD yang ada bisa digunakan dengan tepat,” ungkapnya.

BACA :  Nekad Gelar Resepsi, Polisi Turun Tangan

Ia menambahkan, pembangunan menggunakan APBDes Margodadi 2019 sangatlah mengedepankan transparansi sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi. “Semua warga mengetahui berapa anggarannya, berapa panjang jalannya, berapa harga bahannya, jadi tidak ada lagi kecurigaan,” tuturnya.

Disamping itu, semua pembangunan yang dilakukan telah melalui prosudur dan mekanisme yang berlaku. Bahkan tidak ada yang melenceng dari perencanaan sebelumnya. “Semuanya sesuai perencanaan, baik itu RAB maupun lokasi pembangunan,” tegas dia.

DD Tahap 3 Fokus Perkuat Dasar Jalan

SELAIN Paving block, Tahun 2019 ini Desa Margodadi juga fokus penguatan dasar jalan atau underlagh. hal itu dilakukan selain permintaan warga juga untuk mempersiapkan dasar jalan agar lebih kuat.

BACA :  Balai Desa Jatimulyo Disemprot Disinfektan

Sutrimo menjelaskan, pembuatan jalan underlagh memang sudah lama diusulkan oleh warga tujuannya agar kedepan fondasi jalan tersebut kokoh dan kuat. “Masyarakat ingin jalan yang kuat dan kokoh, jadi bisa bertahan sampai bertahun-tahun,” ucap dia.

Pria yang akrab disapa Trimo itu menambahkan, Desa Margodadi telah merealisasikan APBDes 2019 dengan penuh kehati-hatian serta mengedepankan saran dari Pendamping desa yang ada. “Semua penggunaan uang negara kami hati-hati sekali, jangan sampai ada anggapan uang negara ini saya selewengkan,” pungkasnya. (adv)