Masterplan Agrowisata Disetujui, Investor Dimudahkan

31

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menyetujui hasil dari Masterplan Kawasan Agrowisata Way Handak Kalianda dari Tim Peneliti Universitas Lampung (Unila).

Selain sebagai media rekreasi kuliner dan wisata, pencanangan pembangunan agrowisata itu, memiliki tujuan mengedukasi masyarakat mengenai dunia pertanian dan perikanan di Lampung Selatan.

Hal itu terungkap pada acara Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Lampung Selatan TA. 2020, bersama Tim Penelitian Unila, Kamis (14/1/2021), di Rumdin Bupati, di Kalianda.

“Masterplan ini pun langsung kami tindak lanjuti, ya pak sekda ya, siap ya, saya ketuk palu ini ya ini pak sekda, jadi seluruh jajaran sudah mengetahui ya ini,” ujar Nanang saat memberikan keputusan.

Perubahan tata ruang ini, kata Nanang, merupakan hal yang positif dan patut di banggakan, dengan merubah lahan kosong menjadi lahan yang dapat di gunakan, terlebih untuk kegiatan edukasi.

Selain itu, dengan dibangunnya agrowisata yang langsung terhubung dengan akses jalan tol Kalianda, diharapkan dapat lebih mengenalkan keindahan Lampung Selatan kepada para pengunjung yang melintasi taman agrowisata.

“Kita sudah tidak ada keraguan lagi, untuk Lampung Selatan merubah tata ruang, kami harap dapat segera terealisasi,” ujarnya lagi.

Sementara, Ketua Tim Peneliti Unila, Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, MS, mengatakan Agrowisata Way Handak, nantinya akan dibagi menjadi lima Zona wisata.

“Perzona itu, ada karcis sendiri pak bupati kami buatnya, ada full paket atau semi paket, mengambil zona A saja lalu pulang, A B bisa, seluruh bisa, menginap pun bisa,” jelasnya.

Pertama yakni, Zona A (enterance), yang terdiri dari gerbang, icon Lampung Selatan, parkir, tiketing, dan plaza.

Selanjutnya, Zona B (Pertanian), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, bangunan pengelola, kebun, tempat selfie, dan jalan setapak.

BACA :  Pendirian BUMD tak Seperti Angin Segar

Lalu, Zona C (Taman Bunga), terdiri dari penerimaan pengunjung, gedung aula, taman bunga, menara pandang, dan bangunan pengelola.

Sedangkan, Zona D (Embung), terdiri dari kolam embung, jalan setapak, taman kecil, cottage, serta gazebo.

Sementara, Zona E (Perikanan), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, kolam ikan, kolam renang, dan wisata air.

Selain itu, lanjut Prof. Wan Abbas, setiap zona wisata baik itu pertanian maupun perikan, terdapat petugas yang akan memberikan edukasi terkait budidaya tanaman maupun ikan.

“Nanti ada petugas yang akan memberikan edukasi kepada pengunjung,” jelasnya lebih lanjut.

Agar keindahan wisata itu dapat berjalan dengan baik, kata Prof. Wan Abbas, memerlukan konsistensi dalam hal perawatan, terutama di bidang pertanian.

“Ini kuncinya pemeliharaan, jadi kalo gak ada pemeliharaan, hancur semua, karena tanaman kan bernyawa, hidup, karena itu nanti tata kelolanya tata kelola pertanian,” ungkapnya.

Di hari yang sama, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menjamin proses kemudahan perizinan bagi investor yang ingin membangun usaha di Kabupaten Lampung Selatan. Ia mengatakan, kran investasi terbuka lebar bagi investor.

Hal tersebut disampaikan Nanang Ermanto dalam acara Coffee Morning bersama para pelaku usaha se-Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Sebuku, rumah dinas bupati Lampung Selatan, pada Kamis (14/01/2021).

Nanang menyatakan, pihaknya akan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi, khususnya kemudahan dalam proses perizinan. Pihaknya juga akan menjamin keamanan terhadap investor yang akan berinvestasi di Lampung Selatan.

“Kami bersama Pak Sekda dan seluruh jajaran berkomitnen agar para pelaku usaha mendapatkan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Lampung Selatan,” ujar Nanang.

BACA :  Besok, Gubernur Lantik Nanang-Pandu

Ia pun mewanti-wanti agar para pelaku usaha tidak mudah percaya dengan orang yang menawarkan atau menjanjikan kemudahan dalam mengurus izin usahanya.

“Jika ada orang yang bilang bisa mengurus perizinan jangan dipercaya, langsung saja tanpa perantara. Karena kadang-kadang perantara ini yang bikin rusak. Jangan ada rasa was-was atau takut untuk berinvestasi di Lampung Selatan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Corporate Social Resposibility (CSR) atas dukungan dan kontribusinya dalam pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saat masa transisi, saya sebagai Plt Bupati diuji dengan tiga kejadian besar. Pertama tsunami birokrasi, banjir bandang, dan tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerjasama dengan para pelaku usaha, semua bisa kita lewati dengan baik. Dan yang paling kita rasakan adalah jembatan Pasar Inpres Kalianda yang sekarang bisa dinikmati masyarakat Lampung Selatan,” ucap Nanang.

Demikian halnya dengan pembangunan fasilitas di GOR Way Handak Kalianda yang semakin lengkap dan menarik. Semua berkat semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Taman Edukasi di rumah dinas ini, juga bantuan CSR. Yang awalnya lahan tidur tidak terpakai, kita sulap menjadi taman edukasi dan rekreasi bagi masyarakat. Ini adalah milik kita semua, masyarakat Lampung Selatan, bukan milik pemerintah daerah,” katanya.

Nanang berharap, para pelaku usaha sebagai salah satu pilar perekonomian dapat ikut serta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap, sinergi dan kerjasama yang baik selama ini dapat terus dilanjutkan di masa-masa yang akan datang.