Melon Bakal Jadi Sentra Produksi

76
Randi Pratama – POPT Kecamatan Penengahan tengah mengecek kondisi buah melon di Desa Kelaten, Minggu (28/6/2020).

PENENGAHAN – Petani di Kecamatan Penengahan mulai melirik tanaman hortikultura sebagai sentra produksi pertanian. Setelah cabai, kali ini giliran buah melon yang bakal dijadikan sumber penghasilan mereka.

Seperti yang dilakukan kelompok tani (poktan) Horti Jaya Desa Kelaten, yang telah menjadikan melon sebagai sentra produksi pertanian.Rata-rata usia tanaman melon yang digarap poktan ini sudah mencapai 70-80 hari. Bahkan ada juga yang menjelang panen. Petani di desa ini cukup antusias melihat hasilnya karena kondisi pertanaman melon sekarang ini cukup bagus. Sebab, lahan pertanamannya didukung oleh faktor alam.

“Pertanaman melon ini sangat menjanjikan karena didukung harga yang stabil di pasaran. Dan permintaan pasar yang tidak pernah sepi,” kata Bambang, Ketua Poktan Horti Jaya, kepada Radar Lamsel, Minggu (28/6/2020).

Di samping memenuhi kebutuhan pasar lokal, Bambang mengaku hasil produksi melonnya juga dikirim ke luar daerah, misalnya Jakarta. Melihat potensi ini, Bambang berniat memperluas garapan melonnya dua kali lebih luas dari lahan yang sekarang pada musim tanam mendatang.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Saat ini luasnya hanya 1 hektar, rencana tanaman periode berikutnya seluas 2 hektar. Pertanaman di bulan Juli dan Agustus prediksinya akan bagus,” katanya.

Lebih jauh, Bambang mengatakan dalam dua bulan tersebut, curah hujan sudah mulai berkurang. Di sisi lain, prediksi hama penyakit pun tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang sekarang. Dengan demikian, kondisi ini akan lebih menjanjikan karena tanaman melon sangat bagus di tanam di bulan atau musim kemarau.

“Untuk harga buah melon saat ini Rp7 ribu di tingkat petani. Sedangkan 1 buah melon bisa mencapai 2-3 kilogram lebih,” katanya.

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

POPT Kecamatan Penengahan, Syafruddin, mengamini jika produksi buah melon dari Kecamatan Penengahan sangat disukai di pasaran karena rasa manisnya. Melon produksi sekarang memiliki rasa manis (brix) antara 8-11. Jika dirata-rata, tingkat kemanisan atau brix-nya bisa mencapai angka 10.

“Secara budidaya petani melon di sini sudah menerapkan metode ramah lingkungan. Yakni dengan pemakaian kompos dan agenshayati,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syafruddin mengatakan bahwa pemasaran melon dari Kecamatan Penengahan cukup stabil. Saat ini wilayah pemasarannya sudah menyentuh pasar Inpres Kalianda, pasar Pasuruan, dan pasar Belambangan. Sementara di luar daerah produksinya dikirim ke Bandar Lampung, dan Jakarta.

“Jadi potensi ini yang membuat petani ingin melebarkan sayapnya lagi. Sekarang total lahan tanaman melon mencapai 5 hektar, kemungkinan besar musim mendatang lebih luas lagi,” katanya. (rnd)