Memasuki Ramadhan, Harga Gula Merah Merangkak Naik

340
David Zulkarnain – Seorang pengrajin gula merah Desa Tanjungsari, Kecamtan Palas sedang melakukan proses pengolahan gula merah, Senin (6/5).

SRAGI – Memasuki bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi produsen atau pengrajin gula merah di Desa Tanjunsari, Kecamatan Palas.

          Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menggunakan gula merah sebagai bahan pemanis untuk  membuat takjil menjadi penyebabnya. Maka tak heran, sejak sepekan sebelum Ramadhan, selain harga yang meningkat, para pengrajin gula mengalamin peningkatan pesanan dari pembeli.

          Feri (30), salah satu produsen gula merah mengatakan, sejak sepekan sebelum memasuki Ramadhan harga gula merah mulai merangkak naik. Sebelumnya harga per kilogram gula merah hanya Rp 8.500 naik menjadi 10.000 perkilogramnya.

BACA :  Realisasi Pajak di Sragi Tembus 89 Persen

          “Sudah sepekan sebelum bulan puasa harga gula merah mulai mengalami kenaikan harga. Saat ini harga ditingkat pengrajin sudah mencapai 10.000 perkilogramnya,” kara Feri kepada Radar Lamsel, Senin (6/5).

          Feri menerangkan, kenaikan harga ini disebabkan meningkatanya kebutuhan masyarakat menggunakan gula merah sebagai bahan pemanis untuk membuat takjil dan hidangan berbuka puasa.

          “Harga mengalami kenaikan ini disebabkan karena kutuhan masyarakat meningkat. Kemungkinan jika cuaca panas harga gula merah akan terus melonjak,” ujarnya.

BACA :  4.600 Petani Sragi Masuk E-RDKK

          Hal senada juga diungkapkan oleh Nasutin (49). Salah satu penjual gula  merah ini juga mengamini lonjakan harga gula merah saat ini. Menurutnya, kenaikan harga gula merah akan terjadi setiap pekan selama bulan ramadhan.

          “Saat bulan ramadhan ini pesanan gula merah juga ikut melonjak. Sebelumnya hanya mampu menjual 20 kilogram saat ini menjadi 30 kilogram tiap harinya. Biasanya kenaikan harga akan terus terjadi setiap pekan,” ucapnya. (vid)