Menata Lembaga Paud Menuju Terakreditasi

836
ILUSTRASI

KALIANDA – Untuk meningkatkan mutu pendidikan setiap lembaga yang menyelenggarakan proses belajar mengajar atau kelompok bermain (Kober) dibutuhkan adanya satu lembaga yang legalitasnya betul-betul diakui dan terjamin keabsahannya.

Sehingga, lembaga tersebut nantinya akan mampu menghasilkan dan mencetak generasi yang maju sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman yang terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

Menurut Staf Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Syamsiah, SE mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamsel Drs. Anas Anshori, keberadaan lembaga PAUD di kabupaten Lamsel yang saat ini terus mengalami perkembang, dan diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan usia dini yang benar-benar diakui untuk menjadi lembaga PAUD yang terakreditasi.

“Upaya percepatan akreditasi lembaga PAUD ini dilakukan agar lembaga-lembaga PAUD atau kelompok bermain yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat diakui sebagai lembaga pendidikan terjamin baik itu sumberdaya manusia maupun lembaga PAUD itu sendiri,” ujar Syamsiah kepada Radar Lamsel diruang kerjanya, Rabu (1/3), kemarin.

Diungkapkannya, sebagai lembaga pendidikan pihak pengelola PAUD tentunya harus bisa memperjelas status lembaga pendidikan yang dikelola. “Jadi peran PAUD itu sendiri tidak hanya sebatas sarana belajar dan bermain saja. Tetapi juga statusnya harus benar-benar diakui secara administarsi oleh dinas pendidikan seperti halnya sekolah-sekolah ditingkat dasar maupun lainnya,” ungkapnya.

Selain mengedepankan soal akreditasi kelembagaan, lanjut Syamsiah, pihak pengelola lembaga PAUD juga diharapkan  dapat meningkatkan peran para tenaga pendidik (Tendik) yang menyangkut soal pemahaman pembelajaran aktif, invotif, kreatif, efektif dan menyenang (PAIKEM).

“Ini upaya yang mesti harus ditingkatkan mulai dari SDM serta lembaganya, agar semua PAUD yang ada di kabupaten ini (Lamsel, red) dapat terus maju dan meningkat,” harapnya.

Syamsiah mengakui, dari banyaknya jumlah lembaga PAUD yang tersebar diwilayah Lampung Selatan belum sepenuhnya terakreditasi.

“Dulu PNFI lebih mengedepankan agar lembaga PAUD ada disetiap desa, tetapi mulai tahun ini kami akan menata keberadan lembaga paud untuk menjadi lembaga yang terakreditasi,” pungkasnya. (iwn)