Menderita Cerebral Palsy, Abdul Tidak Bisa Bergerak

523

GEDONGTAAAN – Enawati, warga Desa Bogorejo 6 Kecamatan Gedongtataan harus terus membawa kedua anaknya, Rifki (5) dan Abdul Jalal Khifari (7) meskipun sedang menderita sakit.

Dengan membawa kereta dorong yang didalamnya terbaring Abdul Jalal Khifari (7) yang tak berdaya, juga sambil menggendong Rifki (5) yang hingga saat ini belum dapat berbicara, Enawati turut mengantre untuk membeli beras pada kegiatan operasi pasar yang digelar pemerintah bersama Bulog di Pasar Sukaraja, Gedongtataan pada Selasa (06/02).

“Sejak bayi kondisi anak saya seperti ini mas, kata dokter sih hidrocepalus yang ringan,” ungkap Enawati, kemarin.

Bahkan, kondisi anaknya yang lain, Rifki (5) hingga sekarang belum bisa berbicara. Sehingga ia berharap uluran tangan dari pemerintah dan dermawan untuk meringankam beban yang dialaminya.

“Harapannya ada perhatian atau bantuan mas dari pemerintah. Sementara kami ini orang gak punya, suami saya petani di gunung, penghasilan pun pas-pasan,” harapnya.

Diakuinya, petugas kesehatan dari Puskesmas Gedongtataan telah melakukan pemeriksaan dan memberikan pelayanan kesehatan. Dan semua anggota keluarganya sudah tercover BPJS yang dibiayai dari pemerintah.

“Dari Puskes kemarin datang kerumah dan memang kita sudah ada BPJS gratis,” ujarnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Gedongtataan Imelda Carolia mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya sudah memberikan penanganan kepada Abdul. Dimana berdasarkan diagnosa, Abdul menderita Cerebral palsy (Gangguan Fungsi Otak,Red).

” Sakit yang diderita Abdul itu cerebral palsy. Dan itu sudah kita tangani dan sudah sering kita rujuk. Dan terkait ini tengah kita bahas di tingkat dinas langkah apa yang harus diambil. Memang ada kelainan genetik sejak lahir, kita juga menyarankan agar orang tuanya ikut KB,” ucapnya.

Rencananya, pihaknya bersama Dinas Kesehatan siap memfasilitasi Abdul untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Namun demikian, terlebih dahulu akan dikomunikasikan dengan pihak keluarga dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dirujuk ke Jakarta

“Tadinya kan Abdul ini pasien lama dari Desa Sukadadi. Namun, kita tetap akan upayakan secara optimal untuk memberikan penanganan kepada Abdul,” jelasnya. (Acp)