Menuju Desa Mandiri Energi Bio Gas dan Pupuk Kompos

1256

SRAGI – Desa Sumbersari Kecamatan Sragi bisa menjadi desa mandiri energi. Sebab, dengan keberadaan pengembangan ternak sapi dan pertanian yang ada diwilayah setempat, energi biogas dapat menjadi sumber energi baru yang dapat memenuhi kebutuhan warga setempat.
Sayangnya dukungan teknologi dalam pengembangan energi itu belum maksimal sehingga Desa Sumbersari belum dapat memaksimalkan dengan baik potensi yang ada.
Kendati demikian, Kepala Desa (Kades) Sumbersari Iwan Kuswara, A,Md mengungkapkan pengembangan biogas didesanya sudah dilakukan dengan cara-cara yang konvensional.
Yaitu dengan mengolah limbah pertanian dan kotoran ternak sapi dan kambing menjadi energi biogas yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, pemerintah desa juga melakukan inovasi dan terobosan membuat pupuk kompos untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada saat musim tanam.
“Ini program integrasi yang kami siapkan untuk masa depan. Memang belum maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana serta teknologi,” ungkap Iwan Kuswara kepada Radar Lamsel dalam wawancara di Desa Sumbersari, Sabtu (4/6).
Menurut Iwan, potensi pertanian dan peternakan yang ada didesanya dapat menjadikan Sumbersari sebagai desa mandiri energi. Untuk mendukung itu, Desa Sumbersari membutuhkan sarana dan prasarana pendukung seperti kandang komunal, bak fermenatasi serta alat pencacah limbah untuk proses pembuatan pupuk kompos. Kemudian, alat pemurni bio gas.
“Alat-alat yang ada saat ini masih konvensional karena dibuat oleh tangan-tangan kreatif warga. Jadi masih sangat sederhana. Belum mampu menghasilkan bahan bakar bio gas dengan performa yang tinggi,” ungkap Iwan.
Kendati demikian, Pemerintah Desa bersama petani setempat terus berupaya untuk mengembangkan pupuk kompos dan energi baru terbarukan berupa bio gas dengan keterbatasan sarana. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, meski memakan waktu yang lama pengembangan pupuk kompos dan bio gas tetap dapat dirasakan masyarakat.
“Ini kami lakukan untuk memenuhi pupuk kompos guna menghadapi musim tanam. Dan bio gas yang bisa digunakan warga untuk memasak,” ujar Iwan Kuswara, Minggu (5/6).
Iwan berharap bantuan terkait pengembangan pupuk kompos dan bio gas ini dapat diberikan pemerintah. Harapan ini diungkapkan mengingat Desa Sumbersari memiliki potensi untuk mengembangkan pupuk kompos dan bio gas yang merupakan energi baru terbarukan karena dukungan pertanian dan peternakan yang ada didesa.
“Jika sarana dan prasarana mendukung, saya yakin program pengembangan pupuk kompos untuk mendukung pertanian dan bio gas sebagai energi baru terbarukan bisa maksimal,” ujar Iwan Kuswara. (yan)